Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Milad Muhammadiyah ke-108 menjadi momentum bagi LAZISMU untuk semakin peduli kepada kaum dhuafa. Maka sudah selayaknya momen Milad ini menjadi tanda syukur bagi insan Persyarikatan untuk lebih banyak memberi kepada mereka yang membutuhkan.

Oleh karena itu LAZISMU kabupaten Magetan mengadakan pembagian paket sembako kepada para pekerja mandiri, rabu 18 November 2020. Mereka yang mendapatkan paket bantuan antara lain tukang becak, ojek konvensional, pedagang cilok, dan juru parkir. Selain itu juga diberikan paket yang sama kepada warga disabilitas.

Menurut Yakub Trijuna Kaharudin, anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Magetan, paket bantuan Sembako bulanan untuk dhuafa yang selama ini dibagikan secara langsung ke jalanan, mulai bulan ini yang masuk dalam momentum Milad Muhammadiyah ke 108 dikemas dengan nuansa baru. Pembagian setiap bulan akan dilakukan pada tanggal 18. Para mustahik penerima bantuan dikumpulkan di Masjid Markas al-Khoir al-Islami, yang berlokasi di Jl Mayjend Sungkono no 75, Magetan.

“Para mustahik kita undang untuk hadir mulai jam 2 siang. Setelah regiatrasi, para mustahik kita berikan sarung dan baju koko plus masker. Kemudian kita persilahkan untuk istirahat sejenak sambil ngopi atau ngeteh di serambi Masjid. Sembari menunggu semua mustahik hadir, Takmir masjid Al-Khair Al-Islami memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada para mustahik. Acara kemudian dilanjutkan sholat Ashar berjamaah. Setelah itu 100 paket sembako baru kita berikan untuk bekal para mustahik pulang” jelas Yakub.

Ketua LAZISMU Magetan, Nanang Aryono S.sos, mengutip pesan PWM Jatim Nadjib Hamid, mengatakan bahwa momentum Milad Muhammadiyah ini ia mengajak kalangan insan Persyarikatan untuk merevitalisasi lagi fungsi Masjid-masjid Muhammadiyah sebagai pusat kegiatan umat dan juga sebagai penjaga imam dan ekonomi ummat.

“Mengapa ditempatkan di Masjid? Agar para mustahik yang kita bantu tidak lupa akan agamanya. Oleh sebab survei yang kita lakukan selama ini, para pekerja mandiri yang kita bantu amat sangat minim sekali untuk beribadah di masjid. Masih sangat jarang ajakan kepada mustahik-mustahik tersebut untuk beribadah di Masjid. Itulah mengapa menjadikan salah satu faktor pertimbangan sehingga teman-teman LAZISMU Magetan dalam program santunan dhuafa kita tetapkan Masjid sebagai tempat pelaksanaannya” jelas Nanang. (Adit)

[divider]

[dividr]

Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *