Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

 

Solidaritas untuk Muslim Rohingya yang tertindas di Myanmar bak gaung bersambut di tanah air. Setelah beberapa kota dan daerah menggelar aksi solidaritas, kini kota Surabaya pada hari selasa 15/09/2017, menjadi gilirannya.

Ribuan warga Muhammadiyah berbagai unsur, baik Pimpinan struktural, AUM, Ortom, hingga Majelis dan Lembaga bersama dengan Ormas Islam lain, KNPI, Organisasi Umat Budha dan komunitas masyarakat turun ke jalan menggelar Aksi Solidaritas Untuk Muslim Rohingya Aksi yang dilaksanakan oleh Komite Aksi Kemanusiaan Surabaya Untuk Rohingya di Jl. Gubernur Soerjo, tepatnya Taman depan Gedung Grahadi, itu berlangsung dari pagi hari hingga menjelang Sholat Dhuhur.

 

Ferry Yudhi, korlap Aksi dari MPS PDM Surabaya yang membawahi Panti Asuhan Muhammadiyah se-Surabaya menyatakan bahwa kegiatan ini diadakan guna menyuarakan dukungan rakyat Indonesia yang ada di daerah untuk Muslim Rohingya. Ia juga menyatakan bahwa Panti Asuhan Muhammadiyah se-Surabaya siap menerima anak-anak yatim piatu Muslim Rohingya korban konflik di Myanmar.

Beberapa Pimpinan dari elemen aksi itu secara bergantian berorasi mengecam kerusuhan berdarah yang menimpa kaum Muslim etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar, termasuk suara dari Pimpinan Umat Budha di Surabaya.

 

Selain aksi solidaritas Lazismu (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah) kota Surabaya juga menggelar penggalangan dana bantuan bagi Muslim Rohingya. Bahkan tim Lazismu Surabaya mengerahkan Mobil Box yang dibranding kotak amal Rohingya guna menerima bantuan dari masyarakat. Selain itu Ambulan Lazismu juga bersiaga di lokasi jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk kondisi gawat darurat.

Tazmo Dicky Sulaiman, Koorlap Penggalangan Dana Rohingya Lazismu Surabaya menyatakan bahwa penggalangan dana ini mendapatkan sambutan yang luar biasa dari ummat Islam Surabaya. Terbukti dalam setengah hari itu terkumpul uang sebesar Rp. 55 juta lebih. Dana itu nantinya akan disetorkan kepada Lazismu Pusat – PP Muhammadiyah untuk diteruskan kepada warga Rohingya di Myanmar. (Adit/pwmu).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *