Ambulan Lazismu Kembali Bersetafet Mengantar Bu Sri Pulang dari Solo ke Jember Setelah 25 Tahun Merantau

Media sosial

Sri Astuti (45 tahun) adalah seorang wanita pekerja asongan dan pemulung di Solo (Surakarta), Jawa Tengah. Ia berasal dari Jember, Jawa Timur dan datang merantau ke kota Solo 25 tahun yang lalu. Bu Sri, begitu orang memanggilnya, hidup sebatang kara dengan pekerjaan yang keras namun penghasilan pas-pasan, bahkan kekurangan.

Selama itu bu Sri menjalani kehidupannya yang keras dan tinggal di rumah kos pada gang sempit perkampungan di suatu kawasan di Solo. Pekerjaan sebagai pedagang asongan ditambah memulung barang bekas ia lakoni guna menyambung hidup. Maklum dengan pendidikan yang rendah (SD) ia tidak bisa memilih pekerjaan selain menjadi asongan dan pemulung.

Mungkin karena kelelahan yang teramat sangat ia jatuh sakit. Ia pun memeriksakan diri ke Puskesmas. Dokter memvonis bu Sri berpenyakit liver dan disarankan opname di Rumah Sakit. Namun karena kesulitan biaya, jaminan kesehatan pun tidak terakses, teman-teman komunitas asongan dan pemulung menyarankan bu Sri istirahat di rumah kos saja.

Karena kondisi tubuhnya yang semakin lemah bu Sri sadar bahwa ia tidak mungkin meneruskan pekerjaannya dan hidup sebatang kara. Apalagi biaya hidup juga tidak punya, hingga suatu saat ia berkeinginan untuk pulang ke tanah kelahirannya, di Jember, Jawa Timur.

Teman-teman komunitasnya, terutama Abdul Aziz asal Jombang dan Mukhlisin asal Nganjuk mencarikan jalan buat bu Sri pulang kampung, karena ia tidak kuat jika naik kendaraan umum. Pilihannya adalah dengan mobil Ambulan agar bu Sri bisa tiduran sepanjang perjalanan.

Lilik Yoni Purwito, seorang tukang parkir, teman bu Sri juga, sering melihat ambulan Lazismu wira-wiri mengantar pasien ataupun jenazah. Pak Lilik berinsiatif untuk datang ke kantor Lazismu Solo. Setelah berkomunikasi kesana-kemari menanyakan alamat, bertemulah pak Lilik dengan Reynal Falah, Manager Lazismu kota Solo.

Pak Lilik menceritakan keadaan Bu Sri Astuti dan meminta tolong agar Lazismu untuk bisa mengantar bu Sri ke Jember. Gayung pun bersambut, Lazismu bersedia membantu pemulangan bu Sri ke kampung halaman dengan layanan Ambulan secara gratis (free).

Setelah dilakukan berbagai persiapan, akhirnya pada hari rabu petang (pk. 18.00 WIB), tanggal 9 Januari 2019, bu Sri memulai perjalanan panjang pulang kampung menggunakan Ambulan Lazismu dari Solo ke Jember. Jarak yang ditempuh sepanjang 450 km, lintas provinsi Jateng – Jatim. Selain sopir Ambulan, bu Sri didampingi teman-teman komunitasnya yang juga berasal dari Jawa Timur, Abdul Aziz dan Mukhlisin.

Sementara sirine ambulan meraung-raung di jalan tol trans Jawa (Solo – Pasuruan), koordinasi dilakukan antara Lazismu Solo dengan Lazismu perwakilan Jawa Timur. Melalui jalur koordinasi jaringan Ambulan Lazismu se-Jawa Timur, bu Sri dan teman-temannya dipastikan akan transit di kota Pasuruan untuk berehat sejenak. Setelah itu ia akan berpindah (estafet) ke mobil Ambulan Lazismu kota Pasuruan guna meneruskan perjalanan ke Jember.

Pukul 23.30 WIB mobil ambulan Lazismu Solo sampai di kantor Lazismu kota Pasuruan dan bu Sri langsung pindah kendaraan. Ia diterima oleh Agus Salim, Manager Lazismu kota Pasuruan. Setelah beristirahat sebentar, tepat pukul 24.00 WIB Ambulan Lazismu kota Pasuruan segera melesat membawa bu Sri menuju ke Jember.

Menjelang Subuh (10/01/2019) Ambulan memasuki kabupaten Jember. Persoalan muncul ketika Ambulan sampai di desa Ledokombo. Bu Sri Astuti lupa dimana lokasi rumahnya. Maklum 25 tahun meninggalkan kampung, tentu kondisi sudah banyak berubah. Selain itu selama 25 tahun bu Sri sudah putus kontak dengan sanak keluargnya.

Agus Salim yang turut mengantar memutuskan untuk mendatangi kantor Polisi (Polsek) Ledokombo guna menanyakan alamat dan lokasi rumah keluarga bu Sri Astuti. Rohmadi, petugas Polsek bersedia membantu, lalu segera mengantarkan rombongan ke kantor kecamatan Ledokombo. Sandi Hermawan staf kantor Kecamatan Ledokombo dengan sabar membantu menanyai dan menguatkan ingatan bu Sri terkait nama-nama keluarganya yang bisa dia ingat.

Setelah mengingat-ingat, bu Sri menyebutkan sebuah nama, Tuminem, keluarga dekatnya. Langsung saja rombongan bergegas menuju rumah nama dimaksud, dengan dibantu oleh petugas Polsek dan staf kantor Kecamatan menuju rumah Bu Tuminem.

Alhamdulillah, sampai jugalah bu Sri Astuti ke rumah keluargnya. Bertemulah kedua wanita itu, Sri Astuti dengan Tuminem dengan tangis dan pelukan yang erat. Bu Tuminem kaget dan tidak menyangka bu Sri pulang kembali setelah 25 tahun tidak ada kabar berita. Sambil sesenggukan menahan tangis, keduanya larut dalam cerita suka dan duka.

Setelah semuanya tuntas, Ambulan Lazismu segera pamit meninggalkan tumah bu Tuminem. Kedua teman bu Sri yang mendampinginya selama perjalanan pun juga berpamitan untuk kembali ke daerah asalnya.

Alhamdulillah, bahagianya bisa menebar manfaat bagi sesama. Sekecil apapun langkah kita menggembirakan dan membahagiakan orang lain akan menjadi prasasti bagi kemuliaan hidup kita kelak. Oleh karena itu bersama Lazismu mari kita gembirakan dan bahagiakan orang yang sedang dalam kesusahan dan penderitaan. Mari beraksi bersama untuk sesama, bersinergi kita kuat, “Memberi Untuk Negeri”. (Adit)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
ada pertanyaan?
Lazismu Jatim
Assalamualikum, adakah yang bisa saya bantu?