Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Kesigapan dan sinergi ditunjukkan oleh tim Ambulan Lazismu se-Jawa Timur dan Jawa Tengah guna mengantar pasien dari satu lokasi ke tempat tujuan dengan jarak yang sangat jauh.

Sabtu siang, 5 Mei 2018, Agus Salim, Kepala Kantor Lazismu kota Pasuruan dan juga pengelola Ambulan mendapatkan permintaan dari Lazismu Kebumen Jawa Tengah untuk membawa seorang pasien dari RS di Bali menuju ke Kebumen.

Adalah Samapul, bapak berusia 51 tahun, tinggal dan bekerja di Kalimantan. Ia dirujuk ke RS Sanglah, Denpasar Bali dan terdiagnosa penyakit Tumor kelenjar. Dokter menyatakan tidak bisa dioperasi karena pembuluh darahnya terbungkus oleh tumor. Demikian pula dengan rencan kemoterapi juga diurungkan. Selama di Bali yang merawat dan mendampingi adalah kerabatnya, Suripto, teman kerjanya di Kalimantan. Ia rela meninggalkan keluarganya di Kalimantan untuk merawat Samapul di Bali sejak Desember 2017. Keputusan akhir setelah berunding dengan pihak medis dan keluarga adalah dipulangkan ke keluarganya di Kebumen, Jawa Tengah. Saat pemulangan Samapul menuju ke Kebumen didampingi keponakannya.

Setelah Tim Ambulan Lazismu se-Jatim berkoordinasi secara singkat maka diputuskan bahwa pengantaran pasien akan ditempuh dengan cara berestafet, mengingat jarak yang sangat jauh (hampir 1000 km). Kondisi pasien yang parah dan cukup mengkhawatirkan menjadi pertimbangan tim Ambulan Lazismu Jatim untuk mengantar dengan cara estafet. Dengan Berestafet pasien dapat beristirahat di tempat transit sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan.

Pasien bersama keluarganya dibawa oleh Ambulan dari salah satu RS di Denpasar Bali menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Pada malam hari di Banyuwangi pasien dipindah ke mobil Ambulan Lazismu kota Pasuruan menuju ke tempat transit pertama di Pondok Tahfidz di kota Pasuruan. Selanjutnya pasien dipindah ke mobil Ambulan Jatim untuk diberangkatkan menuju ke tempat transit kedua, yaitu Nganjuk.

Dini hari Ahad 6 Mei 2018 di RS Aisyiyah Nganjuk, setelah beristirahat sejenak Samapul kemudian dibawa menuju ke Sragen dengan menggunakan Ambulan dari Lazismu Bojonegoro yang telah stand by sebelumnya. Setelah serah terima pasien, Ambulan Lazismu Bojonegoro segera melesat menuju ke Sragen untuk transit selanjutnya.

Ahad pagi di Sragen, pasien sempat diperiksa kesehatannya oleh Tim Medis Klinik Aisyiyah Sragen sebelum dibawa oleh mobil Ambulan Lazismu Sragen menuju ke tempat transit keempat di kota Yogyakarta.

Sesampai di Yogyakarta, pasien segera dipindah ke Ambulan Lazismu Kebumen guna dibawa menuju ke tempat tujuan yaitu di kabupaten Kebumen Jawa Tengah. Alhamdulillah Ahad siang pasien telah sampai di rumahnya di Kebumen dengan selamat. Keluarga mengucapkan terima kasih kepada Lazismu walau tampak pasrah atas kondisi kesehatan dan penyakit Samapul. Hanya Allah SWT saja yang Maha Berkehendak atas kesembuhan dan kepulihannya.

Itulah perjalanan panjang membawa pasien secara berestafet dari Denpasar Bali menuju Banyuwangi hingga ke Kebumen Jawa Tengah. Semoga sinergi dan kesigapan layanan Ambulan ini menjadi komitmen bersama bagi Lazismu lintas provinsi guna mewujudkan “Satu Lazismu Untuk Melayani Semua”.

     

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *