Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Upaya Muhammadiyah Lamongan melalui lembaga zakat infaq dan shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Lamongan dalam program sosial kemasyarakatan gencar dilakukan. Upaya serius itu terbukti dengan dibangunkan nya rumah sederhana untuk Mbah Ipuk, Janda Tunawisma di desa Sumampir Kec Sugio Lamongan.

Mbah Ipuk sendiri, nama lengkapnya adalah Ma’rifatun. Janda sebatang kara di Kp. Sumampir RT/RW 001/004 Desa Supenuh Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan. Beliau sudah berusia 67 tahun.

Mbah Ipuk hidup seorang diri dan harus tinggal menumpang secara bergantian di rumah tetangganya.

Sehari-harinya untuk makan dan minum, Mbah Ipuk dapatkan dari belas kasihan tetangganya.

Kaki kanan Mbah Ipuk kondisinya sudah patah sejak 20 tahun yang lalu saat merantau ke Surabaya. Dipasang pen dan sampai sekarang belum diambil. Alasannya sederhana, tak ada biaya berobat. Siapa yang merawatnya juga siapa yang akan menunggunya di rumah sakit pun tak ada dan tak tahu. Sebab, Mbah Ipuk hidup sendiri, sebatang kara.

Suami Mbah Ipuk sudah meninggal dunia sejak tahun 1997. Selain itu, Mbah Ipuk juga tidak dikarunia anak.

Saat Mbah Ipuk sedang berjalan, terlihat jalannya Mbah Ipuk sudah tak lagi tegak. Kaki kanannya berubah bentuk, membengkak dan bergeser. Kakinya tak sanggup lagi menopang beban tubuhnya.

Kini nasibnya pun sama adanya. Setelah bersusah payah, pindah dari satu rumah tetangga ke tetangga lainnya. Mbah Ipuk akhirnya tak punya tempat tinggal, karena tetangganya sudah tak mau lagi menampungnya. Mbah Ipuk akhirnya dengan sangat terpaksa harus menumpang sendirian di rumah kosong milik warga sekitar yang telah lama ditinggal pemiliknya. Rumah kosong yang tak terawat sama sekali serta kondisinya yang sungguh sudah tidak layak untuk ditempati. Atap rumah kosong tersebut banyak yang bocor, sehingga ketika hujan datang Mbah Ipuk kehujanan dan merasakan kedinginan yang teramat.

Rumah kosong tersebut Mbah Ipuk tempati dengan hanya beralaskan tikar seadanya. Selain itu, tidak ada kamar mandi di dalamnya, hanya timba kecil untuk tempat air. Sehingga untuk keperluan buang air pun dengan terpaksa Mbah Ipuk lakukan di dekat timba kecil tersebut. Sedihnya lagi, Mbah Ipuk sering jatuh berdebam saat hendak ke timba kecil itu. Apalagi saat musim hujan dan di malam hari. Susah payah ia gerakkan tongkatnya.

Kini Mbah Ipuk sudah menempati rumah baru. Muhammadiyah Lamongan melalui Lazismu Lamongan bersama donatur dan warga Muhammadiyah mendirikan rumah permanen diatas lahan wakaf milik persyarikatan Muhammadiyah.

Penyerahan rumah secara resmi dilakukan oleh Ketua PDM Lamongan KH Sodikin bersama Bendahara PDM Lamongan, H Subagio didampingi Ketua Lazismu Lamongan Sujudna dan seluruh elemen masyarakat termasuk kepala desa, pemuda Muhammadiyah, Aisyiyah dan lain sebagainya pada Sabtu, (23/1).

Ketua PDM Lamongan dalam sambutannya menuturkan bahwa program ini adalah bagian dari monumen kepedulian warga Muhammadiyah dalam menyelesaikan persoalan-persoalan di masyarakat. “Sifat gotong royong dan saling tolong menolong adalah ciri khas dan kepribadian warga Muhammadiyah, dan program bedah rumah ini adalah bagian dari salah satunya,”ungkapnya.

Melalui Lazismu, PDM Lamongan akan terus berupaya untuk meningkatkan aktivitas kepedulian dan sosial kemasyarakatan kita dalam menolong sesama.

KH Sodikin juga berpesan bahwa Muhammadiyah berperan besar dalam membantu sesama. “Kini Muhammadiyah sedang fokus untuk penanganan bencana di daerah daerah, terutama di Sulbar dan Kalteng, melalui Lazismu mari kita salurkan bantuan kita kesana, insya Allah amanah dan tersampaikan kepada yang berhak,” sambungnya.

Sementara itu, ketua Lazismu Lamongan, Sujudna menuturkan bahwa program bedah rumah ini adalah program pertama di tahun 2021 ini. ” Ini program pertama di tahun 2021 ini, tahun lalu ada 5-10 rumah yang telah kita bantu untuk pembangunan nya, donasi dari dermawan di Lazismu dan juga kerjasama dengan pihak warga Muhammadiyah setempat, baik PCM, PCA, PRM setempat dan pemerintah desa,” ujarnya.

Upaya ini adalah bagian dari usaha Lazismu dalam menyalurkan amanah dari donatur. “Kami akan selalu pastikan bahwa seluruh donasi dari donatur akan bermanfaat bagi masyarakat, akan berkesinambungan satu sama lain,” tukasnya.

Sekali lagi kami sampaikan terima kasih kepada seluruh donatur dan semua warga Muhammadiyah, semoga amal ibadah kita diridhoi dan diberkahi oleh Allah, pungkasnya. (Irv)

Tags :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *