Search
Close this search box.
Whatsapp Chat
Konsultasikan Zakat Anda kepada Kami

Bankziska head to head nya Bank Thithil

Bermula dari Diklat Bankziska

Diklat Bankziska LAZISMU Angkatan VI dan VII berlangsung pada bulan Juli 2023 (Artikel mengenai bankziska bisa dibaca disini )

Fenomena Bank Thithil yang ada di masyarakat, baik pedesaan maupun perkotaan menjadi perhatian para insan pegiat Anti Riba yang menjadi peserta pelatihan. Bank Thithil seolah telah menjadi bagian dari gaya hidup usaha mikro dan kecil yang tersebar di pasar, perkampungan maupun pusat-pusat keramaian.

Diklat BankZiska bertujuan memberikan pengarahan dan pendampingan bagi kantor LAZISMU Daerah yang akan menjalankan program BankZiska. Skema pembiayaan Qardul Hasan yang dimodifikasi LAZISMU Jatim menjadi unit pemberdaya bebas riba terintegrasi. Sebanyak 3 Kantor LAZISMU Daerah yaitu : Bojonegoro, Pacitan dan Kota Batu hadir berpartisipasi sebagai peserta pelatihan.

Diklat dilakukan sebanyak 2 kali yakni pada Rabu sampai Jumat 5-7 Juli 2023 dan 12-15 Juli 2023 . Pelaksanaan diklat bertempat di Kantor Utama Bankziska LAZISMU Jawa Timur, di Desa Jabung, Kabupaten Ponorogo. Serangkaian materi diberikan mulai dari prosedur administrasi hingga operasional. Namun ada satu materi yang menarik bagi peserta yaitu materi Bank Thihtil.

Menurut Faruq Ahmad Futaqi (Manajer Operasional BankZiska LAZISMU Jawa Timur) materi Bank Thithil penting dan menarik untuk dibahas. Hal ini dikarenakan lahirnya BankZiska LAZISMU berawal dari fenomena bank thithil yang merajalela di masyarakat kecil dengan sistem bunga yang mencekik. BankZiska LAZISMU ingin masyarakat kecil sedikit demi sedikit menghindari Bank Thithil. Istilah yang disampaikan oleh Faruq, “Bankziska head to head nya dengan Bank Thithil”.

Melawan Bank Thitil

Ketika akan melawan Bank Thithil maka diperlukan pemahaman terkait rival yang akan dihadapi. Peserta pelatihan diberikan bekal sejarah rentenir Bank Thithil, pola dan cara kerjanya, serta dampak yang ditimbulkan ketika masyarakat telah terjerat olehnya.

Bank Thithil bukanlah bank sebagaimana pemahaman umum . Namun penggunaan kata “bank” hanya istilah yang berkembang di masyarakat sebagai alternatif dari usaha meminjam uang dengan sistem bunga yang tinggi berjangka pendek. Sementara penamaan “Thithil” karena dalam sistem pembayarannya menggunakan kertas yang dithithili (Jawa red., disobeki) setiap kali bayar.

Beragam istilah unik Bank Thithil bermunculan di masing-masing daerah. Ada yang disebut bank cret, bank plecit, bank emok atau pelepas uang. Cara kerja Bank Thithil beragam, yaitu harian, mingguan, pasaran atau setiap 35 hari sekali sesuai hitungan pasar. Targetnya pun berasal dari para pedagang pasar, pelaku usaha mikro kecil, dan masyarakat dengan ekonomi lemah.

“Fenomena Bank Thithil di masyarakat perlu menjadi perhatian kita semua. Bank Thithil sudah mengakar di masyarakat dan menjadi bagian dari kehidupannya” kata Faruq ketika menyampaikan materi.

” Namun terdapat satu habbit dari Bank Thithil yang perlu diadopsi oleh program BankZiska, yaitu “excellent service”. Yaitu mampu memberikan pelayanan prima dana yang mudah cair. Ketika dana cair akan diantar dan ketika melakukan tagihan akan dikunjungi, serta selalu menjaga hubungan baik guna menciptakan loyalitas peminjam dana,” ujar Faruq.

“Adanya materi Bank Thithil diharapkan menjadi gambaran untuk mempersiapkan “Amunisi Tempur” melalui program BankZiska yaitu gerakan dan upaya pembebasan dari jerat riba rentenir,” pungkasnya (Ddt)

 

Kenali Bankziska lebih dalam melalui : https://bankziska.org/

 

Baca Kabar lainnya

Profil

Donasi

Layanan

Daftar