Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Komitmen Lembaga Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah
(Lazismu) Kota Malang untuk membantu sesama terus diuji. Kali ini ‘ujian’ datang dari beberapa siswa yang bersekolah di SMP Muhammadiyah 5 Sukun Kota Malang. Ternyata ada 15 siswa di sekolah tersebut yang kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan sekolahnya.

Prihatin akan kondisi tersebut, Lazismu Kota Malang memberikan bantuan langsung pada siswa SD Muhammadiyah 5 Sukun, Kota Malang, Sabtu (14/1). Koordinator Lazismu Kota Malang Kecamatan Sukun Khusnul Yakin mengatakan, bantuan berupa uang tunai diberikan guna memenuhi keperluan siswa yang tidak mampu. “Program bantuan ini dinamakan program ‘Anak Asuh’ ditujukan untuk siswa kurang mampu dengan penghasilan orang tua kurang dari satu juta per bulannya,” ujarnya. Khusnul mengungkapkan, tercatat ada 15 siswa dari bermacam jenjang kelas di SD Muhammadiyah 5 yang menerima bantuan program anak asuh ini. “Program ini diberikan setiap bulan sampai siswa tersebut tamat sekolah,” ujarnya. Menurut Khusnul, banyak masyarakat yang antusias untuk menjadi donatur program anak asuh. “Bagi donatur yang ingin ikut program Anak Asuh, minimal mendonasikan Rp 100 ribu setiap bulannya.”

Sementara itu Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 5 Sri Hidayati merasa senang dengan program ini. “Kami berharap bantuan uang yang diberikan bisa digunakan langsung oleh siswa untuk menunjang belajarnya sekaligus bisa meringankan beban orang tua,” kata Ida, panggilan akrabnya. Menurut Ida, uang bantuan itu akan dikomunikasikan dengan orang tua siswa agar digunakan untuk keperluan sekolah seperti untuk bayar SPP, beli LKS, buku, seragam dan kebutuhan terkait lainnya. “Pihak sekolah merasa terbantu dengan program Anak Asuh ini. agar siswa dapat membayar keperluan sekolah tanpa ada yang nunggak sehingga kebutuhan operasional sekolah bisa berjalan sesuai dengan semestinya,” kata Ida.

Semoga program Anak Asuh Lazismu Kota Malang ini bisa berjalan dengan baik, sehingga tidak ada lagi siswa sekolah Muhammadiyah di Kota Malang yang mengeluh tidak bisa memenuhi kebutuhan sekolahnya. (Beni).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *