Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Ditengah kehidupan yang modern seperti saat ini, ternyata masih banyak sekali orang yang butuh uluran tangan untuk sekedar mencukupi kebutuhan hidupnya. Salah satunya yang dialami oleh pedagang buah keliling yang tetap teguh berjuang dengan berjualan meski fisiknya cacat.

Namanya Pak Istiadi, warga di Kelurahan Tirtomulyo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang hanya hidup bersama anak dan cucunya setelah ditinggal istrinya meninggal. Bapak dari 3 orang anak ini harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan berjualan buah keliling. Anaknya juga ikut berjuang dalam mencari nafkah dengan berjualan makanan keliling ke sekolah-sekolah.

Ujian hidup Pak Istiadi bukan hanya disitu, beliau mempunyai kondisi fisik cacat, lumpuh kaki kanannya sejak lahir. Meskipun begitu, Pak Istiadi tetap berusaha keras untuk berjualan buah keliling tanpa kenal lelah dan tak kenal henti agar bisa menghidupi kebutuhan keluarganya.

Kondisi yang dihadapi Pak Istiadi mendapat perhatian dari Lembaga Amal Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kota Malang untuk bergerak membantu dalam mengatasi kesulitan yang dialaminya. Pak Istiadi mendapat uluran tangan dari Lazismu Kota Malang berupa sedekah bantuan perbaikan gerobak, bantuan usaha produktif dan santunan sebagai mustahiq.

Sedekah bantuan yang diberikan ke Pak Istiadi untuk perbaikan gerobak usaha yang lebih modern dari seblumnya. Tak lupa juga diberikan kemasan branding gerobak usaha agar lebih menarik konsumen. Begitu juga dengan logo Lazismu yang melekat di branding gerobak, sebagai usaha binaan Lazismu Kota Malang.

Perwakilan Lazismu Kota Malang, Arif Budiman, yang bertugas menyalurkan bantuan ke Pak Istiadi mengatakan, jika bantuan sedekah diberikan kepada para mustahiq yang mempunyai usaha. “Tujuannya agar mustahiq yang mempunyai usaha bisa berkembang menjadi lebih baik dan juga mendapatkan keuntungan yang lebih besar,” ujar Arif.

Disamping itu pula, Lazismu Kota Malang juga memberikan bantuan dana produktif untuk pengembangan usaha Pak Istiadi agar bisa berkembang lebih baik. Menurut Arif, bantuan dana produktif ini tidak ada bunga bagi peminjam dan tidak membebani “Bantuan dana produktif ini tidak membebani penerima karena tidak ada beban sedikitpun kepada peminjam yang akan mengembalikan dana sesuai dengan kemampuan profit usahanya,” terangnya.

Lebih lanjut, Arif menjelaskan, Program bantuan usaha produktif ini dituangkan dalam surat perjanjian antara Lazismu dan peminjam. Program bantuan produktif bisa juga diberikan kepada mustahiq yang punya kemauan tinggi untuk usaha serta punya skill berwirausaha.

Pak Istiadi yang merupakan mustahiq juga menerima santunan khusus untuk mustahiq. Menurut Arif, yang juga merupakan Koordinator Kecamatan Kedungkandang Lazismu Kota Malang, berharap bantuan produktif bisa menjadikan mustahiq menjadi muzakki. “Program bantuan produktif merupakan usaha Lazismu kota malang untuk memberdayakan ekonomi ummat kepada para mustahiq, agar nantinya mustahiq bisa menjadi muzakki,” pungkasnya. (adam/muhammadiyah.or.id).

————————————————————–

MARI KITA WUJUDKAN KEMANDIRIAN UMMAT

TRANSFER DONASI ANDA

REKENING ZAKAT

  • No. 7039510809 Bank Syari’ah Mandiri a/n LAZISMU PWM Jatim
  • No. 7710015630 Bank Mu’amalat a/n Lazis Muhammadiyah Jatim

REKENING INFAQ

  • No. 7039511449 Bank Syari’ah Mandiri a/n LAZISMU PWM Jatim
  • No. 7710015631 Bank Mu’amalat a/n Lazis Muhammadiyah Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *