Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Pandemi Covid-19 hingga kini masih belum tuntas penyelesaiannya. Angka-angka statistik, baik penderita terpapar covid-19 maupun yang meninggal dunia masih sangat tinggi. Di satu sisi perjuangan para tenaga kesehatan (Nakes) berada di garis pertolongan kepada warga terpapar Covid-19 sungguh luar biasa. Banyak Nakes, baik dokter maupun paramedis yang gugur dan meninggal dunia dalam menjalankan tugasnya.

Merespon hal tersebut Lazismu wilayah Jatim kembali menyalurkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada 10 Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah dan Aisyiyah di Jawa Timur. Kesepuluh RS itu antara lain RSIA Nganjuk, RSUM Ponorogo, RSI Hasanah Mojokerto, RSM Jombang, RSM Surya Melati Kediri, RS Siti Khadijah Gurah Kediri, RSM Babat, RSM Lumajang, RSI Aminah Blitar dan RSU Aminah Blitar.

Pengiriman dilaksanakan mulai tanggal 15 Februari 2021 oleh Tim Lazismu. drh Zainul Muslimin, Ketua Lazismu wilayah Jatim mengatakan bahwa Lazismu turut prihatin dengan Nakes yang merupakan garis depan perjuangan menghadapi Covid-19 banyak yang menjadi korban.

“Oleh karena itu Lazismu kembali memberikan bantuan APD sebanyak 1.000 unit kepada 10 RS Muhammadiyah dan Aisyiyah yang tidak ditunjuk pemerintah menjadi RS rujukan penanganan Covid 19. InsyaAllah ini merupakan bagian dari keprihatinan kita atas beberapa tenaga nakes kita yang terpapar dan gugur karena Covid 19” jelas Zainul ketika turut serta bersama Tim mengirimkan paket bantuan APD.

“Untuk penyaluran bantuan ini kami anggarkan Rp. 100 juta dari dana kemanusiaan guna pengadaan 1.100 APD. Nah, mari semua tetap bersemangat menebar manfaat kepada sesama khususnya pada era pandemi yang belum usai ini dan kondisi bencana yang melanda tanah air kita. Bismillah, bersama pasti kita bisa” pungkas Zainul.

Sementara itu dr Abshor, Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur ketika dihubungi melalui japri WA menyambut baik langkah Lazismu.

“Terima kasih banyak atas bantuan dari Lazismu. Bantuan ini sangat membantu RSM-A di Jatim yang bukan rujukan pemerintah provinsi untuk penanganan pasien Covid-19. Karena APD harganya mahal dan beli sendiri, tidak ada bantuan dari pemerintah.” Ucap dr Abshor.

“Secara moril bantuan ini juga sangat membantu, setidaknya bagi teman-teman Nakes yang sedang berjuang, mendapat support semangat, dan masih ada yang memberi perhatian di tengah kejenuhan merawat pasien covid-19.” Tambahnya.

“Atas nama MPKU PWM Jatim saya mengucapkan terima kasih atas bantuan dan perhatian dari Lazismu” pungkasnya. (Adit)

[divider]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *