Belajar Memelihara Ikan Lele Dalam Workshop Budidaya Lele dan Vanamie

Media sosial

Ir. Kemat Kartodinomo dari KK Farm Bogor memberikan materi

M. Masrukh dari Lazismu Jatim, memandu acara

Siapa yang tak kenal dengan ikan lele. Hewan air tawar ini begitu lezat dan nikmat serta bergizi dijadikan menu bersantap. Lele sangat enak dikonsumsi sebagai lauk makanan dengan berbagai cara memasak dan aneka resep, mulai dari yang hanya digoreng saja hingga disajikan dalam resep khusus berselera istimewa.

Lazismu bersinergi dengan Majelis Pelayanan Sosial (MPS), Majelis Ekonomi Kewirausahaan (MEK), Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Agro Mulia, Yayasan Seribu Senyum dan Biosmile menyelenggarakan Workshop Budidaya Lele dan Vanamie. Workshop itu diadakan selamasehari penuh, pada hari Sabtu, 30 September 2017 bertempat di Padepokan Lele, Kedung Banteng, Tanggulangin, Sidoarjo, yang dikuti 150 peserta.

Materi yang disampaikan meliputi kiat-kiat pembibitan lele, pembesaran lele dan pengolahan pasca panen. Narasumber yang memberikan materi adalah Muh. Sulthon Amien MM (Agro Mulia), Ir. Kemat Kartodinomo (KK Farm Bogor) dan H. Sarip (Pengusaha Tambak Ikan Sidoarjo).

H. Sarip, Pengusaha Tambak

Menurut Muh. Sulthon Amien, dari Yayasan Seribu Senyum selaku sponsorship, tujuan workshop ini sendiri adalah memberikan informasi tentang pembudidayaan ikan lele yang produktif, efektif dan efisien serta menguntungkan dengan menggunakan berbagai sarana dan pakan untuk pemeliharaannya. Oleh karena itu perlu sinergi yang erat dari masing-masing pihak yang bekerjasama agar didapat follow up yang optimal bagaimana mengembangkan budidaya lele di Jawa Timur.

Ir. Kemat Kartodinomo dari KK Farm Bogor sebagai pengusaha ikan lele memaparkan success story bagaimana membudidayakan lele mulai dari aspek pemilihan jenis ikan lele, pembibitan, pemeliharaan, pembesaran dan pemasarannya, mulai dari pengiriman antar pulau hingga expot.

Sementara itu H. Sarip yang merupakan pengusaha tambak ikan di Sidoarjo Timur menjelaskan bagaimana mengelola tambak dan kolam ikan dari aspek wahana air kolam/tambak dan pemeliharaan lahannya. Pemaparan H. Sarip dengan gaya guyonoan khas Jawa timuran ini mampu menghidupkan suasana workshop di siang bolong yang panas.

Suasana semakin marak dan riuh manakala H. Kohar selaku tuan rumah menggelar kuis dengan aneka doorprise dari sponsor.

Para peserta yang sebagian besar Pengurus Panti Asuhan Muhammadiyah se-Jawa Timur itu juga diajarkan cara membuat media pemeliharaan ikan lele dengan kolam berterpal plastik dan kiat-kiat sukses hingga memetik keuntungan maksimal dari budidaya lele ini. (Adit).

H. Kohar, pemilik padepokan lele Kedung Banteng

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
ada pertanyaan?
Lazismu Jatim
Assalamualikum, adakah yang bisa saya bantu?