Berbagi Kornet-Rendang Kemasan Kepada Guru al-Qur’an Braille Tuna Natra di Surabaya

Media sosial

Warga disabilitas terutama Tuna Netra perlu untuk kita perhatikan dan dukung aktifitasnya. Oleh karena itu berbagai kegiatan untuk peningkatan kualitas SDM, peningkatan kehidupan beragama dan pemenuhan kebutuhan gizi warga Tuna Netra harus terus diupayakan. Hal itu sebagai wujud rasa syukur atas kenikmatan yang luar biasa bagi manusia yang dilahirkan normal untuk lebih peduli dan perhatian kepada warga yang kurang beruntung karena mengalami disabilitas pada tubuhnya.

Lazismu turut memberikan dukungan dan kepedulian terhadap para penyandang Tuna Netra, khususnya di Jawa Timur dan kota Surabaya. Dukungan itu berupa pemberian bingkisan untuk peningkatan gizi kepada Guru-guru al-Qur’an huruf Braille yang sebagian besar adalah penyandang Tuna Netra. Adalah Kawan Netra, sebuah Yayasan yang peduli terhadap peningkatan kapasitas SDM warga Tuna Netra Muslim yang mengadakan Pelatihan membaca al-Qur’an dengan huruf Braille bagi Guru-guru dan warga Tuna Netra. Tingkat literasi al-Qur’an bagi kalangan Tuna Netra perlu ditingkatkan karena akses pendidikan itu sangat minim mereka dapatkan.

Wakil Sekretaris Lazismu Wilayah Jawa Timur, Muhammad Masrukh hadir dalam acara Pembukaan Pelatihan Guru-guru al-Qur’an huruf Braille yang diadakan oleh Kawan Netra di Masjid An-Nuur Kalisari I Surabaya, Sabtu 27 Maret 2021. Dengan mengusung tema “Gerakan Tuna Netra Mengaji” kegiatan itu juga didukung oleh berbagai Lembaga dan Badan Amil Zakat serta LSM yang ada di kota Surabaya. Pelatihan yang diadakan dari tanggal 27 hingga 30 Maret 2021 itu diikuti oleh 40 orang peserta, yang sebagian besar adalah kaum Tuna Netra.

“Lazismu peduli dan memberi perhatian terhadap penderitaan para penyandang Tuna Netra, khususnya yang ada di Jawa Timur dan kota Surabaya. Melalui kegiatan ini kami memberikan bantuan berupa produk Qurban Kemasan Lazismu, Rendang dan Kornet kemasan. Semoga sedikit yang kita berikan ini dapat membantu kebutuhan peningkatan gizi para penyintas atau penyandang disabilitas, khususnya tuna netra” kata Masrukh ketika diminta memberikan sambutan pada pembukaan Pelatihan.

“Tentu hal ini dibutuhkan kerjasama yang erat antar semua lembaga yang peduli guna meringankan beban warga Tuna Netra. Salah satunya melalui pendidikan al-Qur’an dan peningkatan SDM. Al-Qur’an harus menjadi penyejuk iman dan penguat ketaqwaan bagi semua manusia, tak terkecuali yang hidup dalam kekurangan karena kondisi disabilitas” ajak Masrukh kepada undangan lainnya.

“Mereka adalah orang Mulia. Tentu, saya lebih suka duduk di antara mereka daripada duduk di depan atau berdiri di podium ketika memberikan sambutan. Karena bagi mereka bukan apa yang mereka lihat, tapi apa yang mereka dengar dan mereka rasakan. Oleh sebab itu dengan mata yang tertutup ini saya turut merasakan apa yang dialam oleh Saudara kita, warga Tuna Netra” ujar Masrukh ketika memberikan sambutan atas nama Lembaga Amil Zakat (LAZ) dengan mata yang tertutup kain. (Adit)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
ada pertanyaan?
Lazismu Jatim
Assalamualikum, adakah yang bisa saya bantu?