Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Lazismu Kota Probolinggo bersinergi dengan Pimpinan Daerah Aisiyah Kota Probolinggo dan STAI Muhammadiyah Probolinggo kompak bergerak bersama dalam aksi-aksi sosial dan kemanusiaan. Ketiga lembaga ini akan terus menjalin sinergi dengan dalam menumbuhkan penguatan ekonomi ummat dan penguatan akidah.

Penguatan ekonomi menjadi konsetrasi Lazimu untuk memberdayakan ummat dari keterpurukan kemiskinan, sedangkan penguatan akidah menjadi sasaran Pimpinan daerah Aisyiyah Kota Probolinggo guna membentuk masyarakat madani yang tidak lepas dari nilai-nilai religiusitas. Bagi STAI Muhammadiyah Probolinggo AKsi sosial ini adalah wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi pada aspek Pengabdian pada masyarakat.

Kegiatan Qurban dan Sosial dilaksanakan pada selama 3 hari mulai 1-3 September 2017. Daerah yang menjadi Wilayah sasaran adalah kabupaten dan kota Probolinggo. Untuk Kabupaten dikonsentasikan di Wilayah Tigasan Wetan dan Boto lumbang kabupaten Probolinggo. Sedangkan Wilayah Kota di Daerah kelurahan Jati, Kanigaran dan Kareng lor.

Salah satu Daerah Dampingan yaitu Tigasan Wetan hampir 60% masyarakatnya hidup penuh keterbatasan. Untuk mendapatkan air bersihpun masyarakat pada umumnya harus membeli ke dataran yang lebih rendah. Maklumlah, kondisi tanah kering dan tandus terlebih pada musim kemarau panjang seperti tahun ini.

Namun demikian, fokus utama dalam bhakti sosial ini disamping tebar daging kurban adalah pembagian sembako. Di saat pembagian sembako memberikan pencerahan penguatan akidah pada masyarakat penerima bantuan. Seperti yang disampaikan oleh Ketua Lazismu Probolinggo Benny Prasetiya, M. Pd. I. “Dalam Bhakti Sosial ini dua misi kita disamping pada pemberian sembako dan tebar daging kurban sebagi penguatan ekonomi, ini juga waktu yang sangat tepat untuk kita jadikan data base terhadap beberapa kepala keluarga yang akan kita dampingi sebagai upaya penguatan ekonomi. Kita punya beberapa skim bantuan diantaranya pemberian bahan pokok dan pemberian bantuan yang bersifat produktif” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama Tim dari Pimpinan Daerah Aisyiyah menemukan dhuafa berusia 80 Tahun yang mengasuh cucunya Ismail (10) seorang diri. Divisi Kesejahteraan Sosial menawarkan untuk memberikan pengasuhan kepada Ismail ke Asrama Panti Asuhan Aisyiyah. Sementara itu melalui Lembaga penjamin Mutu STAI Muhammadiyah Probolinggo memberikan bantuan beasiswa Gratis bagi tiga Guru MI Sabilil Muttaqin yang sudah mengabdi lebih dari 8 tahun.

“Setelah kita berdiskusi dengan Pimpinan Yayasan MI Sabilil Muttaqin, maka kami menawarkan bagi guru yang mengabdi di sini lebih dari 8 tahun untuk dikuliahkan S1 di STAI Muhammadiyah Probolinggo. Kita akan bekerjasama dengan Lazismu untuk menyelesaikan persoalan pembiayaannya. Mereka mengabdi disini tanpa Honorarium yang jauh dari kata layak untuk ukuran guru. Semoga hadirnya kami disini memberikan kemanfaatan. “ kata Imanuddin Ketua Penjamin Mutu STAi Muhamadiyah Probolinggo. (Lazismu Kota Probolinggo).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *