Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Pendidikan adalah hak seluruh warga negara dan menjadi tanggung jawab negara untuk memajukan dan mencerdaskan bangsa. Namun demikian menjadi tugas kita bersama selaku warga negara untuk turut berpartisipasi dalam upaya pencerdasan bangsa itu mempersiapkan generasi Muslim yang berkemajuan.

Di kota Surabaya untuk pendidikan dasar (SD-SMP), Pemerintah kota telah menggratiskan SPPnya. Namun untuk biaya-biaya lainnya, mulai dari seragam, buku, alat tulis, kegiatan ekskul dan lain-lain masih menjadi tanggungan orang tua. Bagi orangtua kalangan bawah hal itu tentu menjadi problem tersendiri.

Berangkat dari itu Lazismu Daerah Surabaya sejak awal beroperasi di tahun 2007 sudah melaksanakan program peduli pendidikan, berupa pemberian beasiswa ‘Ayo Belajar Rek1’ kepada anak-anak Muslim dari keluarga kurang mampu di tingkat SD, SMP dan SMA serta Perguruan Tinggi. Selama itu sudah sekitar 1.000 anak penerima beasiswa Lazismu Surabaya dengan besar dana yang diberikan bervariasi tergantung jenjangnya.

Salah satu komunitas penerima beasiswa adalah anak-anak warga di kampung Kedinding, Surabaya Utara, yang merupakan salah satu kelompok pembinaan dan pendampingan Lazismu. Sebanyak 8 anak SD menerima beasiswa dari Lazismu Surabaya.

Kampung ini merupakan sasaran para misionaris (dari beragam sekte) yang gigih mengajak warga berpindah agama atau paling tidak menggoyahkan keimanan dan keyakinan. Walau dekat dengan pondok pesantren, para misionaris tak segan dan tak kenal menyerah masuk ke rumah-rumah warga di kawasan ini yang kebanyakan dalam kategori fakir-miskin guna menawarkan bantuan dalam berbagai bentuk.

Jika tak diantisipiasi maka sedikit demi sedikit warga akan goyah aqidahnya karena faktor ekonomi. Oleh karena itu Lazismu bersama dengan salah satu komunitas pembina warga di bawah ibu Khusnul mengadakan berbagai kegiatan pembinaan, muali dari mengaji, pembinaan usaha mikro, pinjaman modal bergulir tanpa jasa, santunan dhuafa hingga pemberian beasiswa.

Pengajian dilaksanakan seminggu sekali di rumah ibu Khusnul dan sebulan sekali mereka diajak ke Gedung Dakwah Muhammadiyah Surabaya untuk pembinaan usahanya. Dengan demikian proses penggerogotan aqidah oleh para misionaris sedikit demi sedikit dapat dibendung. (Adit).

 

UCAPAN TERIMA KASIH KEPADA LAZISMU dari anak-anak warga Kedinding yang menerima Beasiswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *