Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Guna mendorong tumbuh besarnya UMKM berbasis keluarga dalam peningkatan perekonomian pada masa pandemi Covid-19 maka LAZISMU melalui kiprahnya ikut berpartisipasi, mendukung program penanggulangan Covid-19 dalam memberdayakan pelaku UMKM. Pemberdayaan pelaku UMKM ini dilaksanakan dengan pendekatan filantropi, yang tidak hanya didukung dengan penyediaan modal tapi juga pelatihan dan pendampingan.

Bersama Alfamidi, Wardah dan Anggoro Eko Cahyo, Lazismu Pusat melaksanakan program pemberdayaan UMKM yang berwujud pemberian dana bantuan modal usaha dan pendampingan. Menurut Muhammad Masrukh, Wakil Sekretaris Lazismu Jatim yang menjadi PIC program ini mengatakan bahwa Lazismu Jawa Timur oleh Lazismu Pusat ditunjuk untuk melaksanakan program pemberdayaan ini dengan menyasar kepada 70 UMKM. Oleh karena itu Lazismu Jatim melibatkan 9 Lazismu Daerah dan 2 Kantor Layanan.

Ketika ditemui pada acara BIMTEK Pendamping Pemberdaya UMKM di Gedung Muhammadiyah Jawa Timur, 25 Agustus 2020, Gus Masrukh mengatakan bahwa dana bantuan CSR dari ketiga pihak itu telah ditransfer ke masing-masing rekening Lazismu Daerah dan KLL untuk selanjutnya diserahkan kepada pelaku UMKM yang menjadi binaan. Sebanyak 70 UMKM menerima dana bantuan guna membangkitkan usaha mereka yang terkendala di masa pandemi dengan besar bantuan Rp 2,5 juta per orang/UMKM.

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh drh Zainul Muslimin, Ketua Lazismu wilayah Jatim, kepada perwakilan Lazismu Daerah pada BIMTEK pendamping UMKM yang diadakan untuk mengawali program pemberdayaan ekonomi di masa pendemi ini. Setelah BIMTEK ini para pendamping akan segera kembali ke daerahnya masing-masing guna melakukan tugas pendampingan dan penyerahan dana bantuan usaha kepada para pelaku UMKM.

Program ini, menurut Zainul Muslimin dimaksudkan untuk mengembangkan potensi ekonomi keluarga dan masyarakat dalam meningkatkan produktivitas dalam upaya mengentaskan kemiskinan, khususnya dimasa pandemi Covid-19.

“Pandemi Covid-19 ini sungguh sangat memberatkan pelaku usaha mikro. Mereka yang punya usaha terpaksa berhenti karena mematuhi protokol kesehatan berupa PSBB. Padahal mereka menanggung beban ekonomi keluarga. Tentu saja hal ini harus kita berikan solusi. Dengan bersinergi bersama perusahaan atau korporat serta Muzaki perorangan, Lazismu melaksanakan program guna membankitkan kembali usaha mereka yang sempat mandeg dan terkendala oleh pandemi wavah Covid-19″ kata Zainul. (Adit)

[divider]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *