Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Beberapa waktu lalu (25/06/18) Lazismu Pamekasan berkesempatan bersilaturahim ke rumah ibu Saedah, seorang dhuafa’ yang tinggal di Desa Plakpak. Kedatangan Lazismu adalah untuk menyampaikan amanah dari donatur bagi bu Saedah.

Ibu beranak 3 ini bersuamikan seorang pekerja serabutan yang terkadang harus pergi merantau. Walau dengan penghasilan yang serba kekurangan keluarga ini begitu kuat hasratnya untuk memiliki sebuah rumah tinggal yang layak.

Saat ini bu Saedah bersama suaminya telah berhasil membangun sebuah bangunan untuk tempat tinggal yang berlantai dua. Namun lantai dua masih semi permanen. Mereka membangun bangunan sedikit demi sedikit dari hasil sumbangan warga.

Dulu mereka tinggal di sebuah gubuk yang dikelilingi kain-kain sebagai penutupnya. Kini sudah berdiri sebuah rumah yang hanya dikerjakan berdua dalam waktu 2 bulan. Untuk bahan bangunan didapat dari sumbangan tetangga dan warga sekitar.

Mungkin secara kasat mata bangunan ini tampak bagus. Tapi sebenarnya tidak seperti itu adanya. Kamar bawah hanya berlantai tanah, hanya bagus tampak dari luar. Kasur yang mereka gunakan untuk tidur pun sudah usang dan berlubang. Untuk menuju lantai dua, harus melalui tangga kayu yang juga sudah usang. Ada rasa takut ketika tamu datang menaiki tangga itu menuju lantai dua mengingat kayunya sudah terlihat lapuk. Lantai dua pun hanya berlantai kayu, jendela hanya ditutup kain, tanpa pintu dan atap menggunakan banner bekas.

Alhamdulillah ada donatur yang menyumbang kasur dan alas yang untuk keluarga bu Saedah. Begitupun listrik juga sudah menyala sekitar 2 minggu lalu, dibantu oleh tetangga. Untuk air, bu Saedah mengalirkan air dari sawah dan ditampung dalam jamban yang sudah kotor.

Yang ditakutkan oleh tetangga sekitar ialah pada saat datang musim hujan nanti. Tetangga khawatir rumah itu bisa roboh. Karena kualitas bangunan yang tidak layak, walaupun secara kasat mata tampak bagus. Bu Saedah juga tidak punya kamar mandi, tidak ada dapur, tidak ada lemari.

Alhamdulillah, donasi lemari dari donatur juga sudah disampaikan. Besar keinginan bu Saedah untuk punya kamar mandi dan dapur yang layak. Namun keluarga ini harus terus bersabar sembari sedikit demi sedikit meneruskan membangun rumahnya yang entah kapan bisa menjadi benar-benar layak.

Tampak guratan kelelahan pada wajah bu Saedah. Hidup dalam kondisi susah memang begitu menyedihkan. Namun semangatnya yang begitu besar membuatnya seakan tak kenal menyerah mewujudkan hasratnya untuk membangun sebuah rumah. (Adit/Mat/Jai).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *