Di Nganjuk, Lebaran Terasa Sudah Dekat Kata Emak-emak, Ada Apa ?

Media sosial

Bu Suti dan tetangganya kaget kedatangan rombongan tamu yang datang dari jauh, yaitu kota Nganjuk, pada ahad siang 16 Desember 2018. Tamu itu adalah Tim Grebek Lazismu kabupaten Nganjuk. Maklum, Bu Suti tinggal di desa Lengkong Lor Kecamatan Ngluyu Kabupaten Nganjuk yang termasuk dalam salah satu kawasan pedalaman desa terpinggir, terpencil dan tertinggal.

Bu Suti dan tetangganya juga tak menyangka jika Tim Lazismu ini punya tugas untuk memberikan bantuan pakaian layak pakai dan daging korban dalam bentuk kornet kepada warga desa. “Wah, ini suatu kejutan dan sungguh bikin haru” kata ibu-ibu yang menyambut kedatangan Tim sekaligus mengucap terima kasih. “Lumayan Pak, kelak saat Lebaran tidak usah beli pakaian” begitu kata emak-emak di desa itu gembira.

Hal itu selaras dengan yang dikatakan oleh Mas Faris, PKH Kecamatan Ngluyu, “Orang di desa ini, maksudnya Lengkong Lor, kalau untuk beli pakaian sangat hemat dan pakaian yang dipakai cukup seadanya”.

Yang lebih memprihatinkan, perhatian orang tua di desa ini untuk pendidian anaknya sangat lemah sekali. “Anak desa ini kebanyakan S1 dan S2 alias SD dan SMP” kata Mas Farid sedikit berkelakar. Inilah yang menjadi perhatian Mas Faris.

Dalam kesempatan ini H. Slamet, SpdI, tokoh masyarakat, menyambut gembira dan mengatakan bahwa umat Islam walaupun berbeda organisasinya; Nahdliyin, LDII, Muhammadiyah dan yang lainnya janganlah saling menyalahkan atau menjelek jelekan satu sama lain. “Akan tetapi saling membantu dan kompak sehingga hidup ini ayem dan slamet. Slamet itu kepanjangan dari ‘Selalu mencari yang terbaik’, kata pak Slamet.

Hal itu sama dengan keluarga pak Slamet, dirinya Muhammadiyah dan istrinya Nahdliyin yang nikahnya pada bulan Syura. Karena selalu mengamalkan Islam hingga kini ‘selamet’ mempunyai anak tiga dan cucu empat.

Mijan, Sekretaris Lazismu kabupaten Nganjuk, menyampaikan bahwa pemberian pakaian layak pakai ini bukan untuk merendahkan warga desa tapi semata-mata menebarkan kebersamaan antara Lazismu, donatur dan penerima manfaat. “Dengan bapak/ibu warga desa ini mau menerima bantuan kami, berarti donatur akan mendapat manfaat dan menjadikannya amal kebaikan. Sedangkan bapak/ibu mendapat manfaat untuk memakai pakaian itu untuk bekerja ataupun telesan” kata Mijan.

Selain mendapatkan pakaian layak pakai, warga desa ini juga dibagikan kornet yang berasal dari daging qurban. Kornet ini merupakan program Qurban Bersama Sepanjang Masa yang dilaksanakan oleh Lazismu secara nasional. “Mudah mudah semua ini berkah dan menjadi amal baik bagi semua” pungkas Mijan penuh harap. (mj/adit).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
ada pertanyaan?
Lazismu Jatim
Assalamualikum, adakah yang bisa saya bantu?