Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

dr. Tjatur Prijambodo, M.Kes (Anggota Majelis Pembina Kesehatan Umum PW. Muhammadiyah Jatim)

Secara arti bahasa, puasa adalah menahan  diri dari segala sesuatu atau menahan diri untuk tidak melakukan sesuatu dalam kurun waktu tertentu. Dan yang disebut puasa secara syar’i adalah menahan  diri dari makan, minum dan hubungan suami istri dari Subuh sampai Maghrib dan niat karena  Allah.

Puasa merupakan salah satu hal yang dilakukan untuk memenuhi kewajiban agama. Puasa pasti memiliki manfaat kesehatan. Dalam Alquran, Allah memuji Rasulullah SAW sebagai suri teladan yang baik bagi umat. “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS al-Ahzab ayat 21).

Bagaimana cara Rosulullah berpuasa ? Cara puasa Rosul adalah:

  1. Sahur dengan makanan tinggi serat (sayur, buah) dan air putih.  Bersahur bukan hanya sekedar makan namun banyak berkah di dalamnya walau hanya dengan air putih. Meski hanya minum air, bisa menurunkan asam lambung. Selain itu air putih juga melarutkan kotoran dalam tubuh hingga bisa dibuang melalui pipis atau keringat. Makanan tinggi serat mampu menjaga lambung untuk tidak merasa lapar,
  2. Tidak Tidur setelah Sahur dan melakukan ibadah setelah Subuh. Bukan hanya menambah pahala namun juga baik bagi tubuh. Para ahli kesehatan mengatakan jika tidur setelah makan sahur maka ada makanan di lambung yang tidak tercerna dengan baik dan akan mengalami proses fermentasi dan pada gilirannya akan berdampak pada kesehatan liver. Karenanya Nabi Muhammad SAW menyarankan kita berjalan kaki ke masjid dan melaksanakan sholat. Setelah itu melakukan aktifitas lain yang bermanfaat dan menambah amal seperti mengaji.
  3. Berbuka puasa secukupnya dengan kurma dan air yang manis. Makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang. Luar biasa petuah Nabi Muhammad SAW ini. Para ahli kesehatan pun mengakui jika makan tidak terlalu kenyang bermanfaat bagi dinding lambung. Kerja organ dalam itu jadi lebih ringan sehingga mengurangi nyeri dan efek robekan dari dinding lambung yang meradang. Kenapa kurma, bukan ote2, jemblem, donat atau yang lain? Karena komposisi karbohidrat kurma jenis monosakarida, sehinga lambung yang ‘beristirahat’ selama ± 10 jam ‘tidak kaget’ saat mulai mencerna. Sementara ote2 dan lain2, berjenis Multisakarida yang akan memaksa lambung untuk segera bekerja, maka lambung ‘akan marah’ dan timbul keluhan saat sholat Isya’ dan Tarawih.

Demikian beberapa amalan-amalan yang ditunjukkan oleh Rasulullah SAW dalam bulan Ramadhan. Semoga kita dapat meneladaninya. Aamiin.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *