Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Drh. Zainul Muslimin

Lupa, sebuah kata yang bisa menghadirkan bencana. Dan itu seringkali terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Beberapa kali terakhir ini saya sering lupa mematikan kompor ketika memanaskan masakan agar tidak cepat basi. Tidak hanya saat malam hari bahkan juga di siang hari. Sampai pernah masakan sepanci menjadi abu karena semalaman lupa mematikan kompor.

Sifat lupa seringkali menjadi pertanda bahwa kita sudah lanjut usia, begitu kata banyak orang. Betapapun merugikannya sifat lupa ini untuk saat-saat situasi dan kondisi tertentu pada kita, ternyata lupa tetap haruslah ada sesuai kehendakNYA. Bukankah kita juga menyadari bahwa, “Rabbanaa ma khalaqta hadzaa baathila” (Tidak ada yang sia-sia apa saja yang Allah SWT ciptakan).

Dengan sifat lupa ini pula seorang ibu bisa dengan enjoy melahirkan.putra-putrinya ber-kali-kali walaupun saat melahirkan diiringi rasa sakit yang luar biasa. Tetapi para ibu bisa dengan senang hati melahirkan putra-putrinya ber-kali-kali dengan sebuah ungkapan “sudah lupa tuh”, maksudnya sudah lupa dengan rasa sakit saat melahirkan yang dulu itu.

Ada sebuah sikap laku yang terasa agak aneh ketika beberapa orang begitu bersemangat ketika melihat orang lain, begitu bersemangat mengamati, bahkan menilai apa saja yang dikerjakan orang lain dalam mengemban amanahnya. Sebaliknya ia mudah lupa melihat, mengamati bahkan menilai dirinya tentang apa yang telah dilakukannya terhadap amanah yang juga diembannya.

Sibuk mengamati dan menilai bahkan tak pernah lupa setiap hari terhadap orang-orang yang bergerak mengurus sesuatu yang memang seharusnya seperti itu mereka lakukan, karena memang sudah tradisinya di tempat mereka seperti itu. Tetapi lupa mengamati dan menilai dirinya yang tak bergerak untuk melaksanakan sesuatu yang semestinya harus dilakukan atas amanah yang diembannya.

Lupakan yang lain, lupakan mereka yang terus bergerak sesuai dengan tradisi mereka yang seringkali mungkin tidak cocok dengan apa yg kita maui. Tetapi ada yang lebih penting, yaitu justru sibukkanlah diri, JANGAN LUPAKAN untuk melihat, mengamati, dan menilai diri sendiri karena ternyata kita tidak bergerak, tidak beranjak dari posisi kita untuk bergerak maju, tumbuh dan berkembang. Sementara lupakan yang lain, lupakan mereka, namun jangan lupakan diri kita sendiri dari amanah yang kita emban. Tetap bersemangat dalam kehidupan, Bismillah.

Drh. Zainul Muslimin, Ketua Lazismu Jawa Timur

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *