drh. Zainul Muslimin : “Titik & Koma”

Media sosial

Seringkali ketika kita ketemu teman-teman organisasi di Cabang/Ranting, bahkan di daerah sekalipun kita menjumpai kalimat “Kami di sini kecil, kami minoritas”. Kalimat seperti ini sesungguhnya untuk melegitimasi atas kondisi fakta nyata yang ada atas sebuah ketidak-berdayaan.

Sesungguhnya sangat tidak nyaman mendengar ungkapan seperti yang tersampaikan, yang mau tidak mau harus kita dengarkan. Belajar dari “Titik & Koma” yang dia sendiri tak bermakna apa-apa, apalagi dibandingkan dengan rangkaian kalimat yang terenda dengan penuh makna. Tapi coba kenali lebih teliti andai tidak ada “Titik & Koma” betapa kacau rangkaian kalimat demi kalimat yang menyusun paragraf demi paragraf itu. Betapa penting hal-hal yang sangat kecil itu, bahkan perannya sangat menentukan akan sebuah karya indah, hebat & dahsyat.

Ketika kita menempatkan upaya-upaya (hal-hal) kecil sekalipun dalam tempat yang pas dan tepat, insyaAllah juga akan menghasilkan dampak yang besar. Itulah yang orang sering sebut dengan “Small Change, Big Impact”.

Di dalam sistem ekonomi hal-hal kecil seperti “Titik & Koma” itu ada pada uang receh baik berupa koin ataupun kertas. Seringkali kita abai dengan uang receh, padahal pada saat-saat tertentu menjadi begitu penting uang receh bagi kita, utamanya di WC Umum (Ponten), perlintasan ‘Pak Ogah’, tempat parkir, dan lain-lain. Yang kecil-kecil dan seolah tak berarti, seperti recehan yang kita miliki, mari kita buat menjadi sesuatu yang hebat dan dahsyat, serta menjadi sesuatu yg lebih berarti.

Hal-hal kecil itu, mari kita bersama-sama tempatkan di tempat yang tepat, maka insyaAllah akan melahirkan hasil yang hebat dan dahsyat. Mari bersama kita tempatkan di LAZISMU. Seperti yang telah mereka (Alfamart & Indomart) lakukan. Kalau tidak sekarang, kapan lagi !

 

drh. Zainul Muslimin, Ketua Lazismu Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
ada pertanyaan?
Lazismu Jatim
Assalamualikum, adakah yang bisa saya bantu?