Duka Cita dan Solidaritas Bagi Alm. Pak Guru Ahmad Budi Cahyono di Sampang, Madura

Media sosial

Kejadian yang menimpa Guru Ahmad Budi Cahyono yang dianiaya oleh siswa dan mengakibatkannya berpulang ke Rahmatullah sungguh merupakan pukulan berat bagi dunia pendidikan kita. Betapa tidak, peristiwa yang memilukan tersebut terjadi ketika proses belajar mengajar berlangsung. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, pak Guru Budi meninggal dunia pada tanggal 3 Februari 2018 meninggalkan seorang isteri, Sianit Sinta yang tengah mengandung sang buah hati.

Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas, Lazismu bersama Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menggalang donasi untuk alm. pak Guru Budi secara singkat melalui media Whatsapp. Dalam 3 hari terkumpul dana Rp. 30 juta.

Maka pada rabu sore (7/2/18) Lazismu dan Majelis Dikdasmen PWM Jatim bertandang ke rumah keluarga duka di Torjun, Sampang, Madura. Dantar oleh PDM Sampang, kedatangan rombongan diterima oleh Satuman Asy’ari, orang tua dan Sianit Sinta, isteri almarhum. Maksud kedatangan rombongan adalah untuk bersilaturrahim, bertakziyah sekaligus menyampaikan santunan dari warga Muhammadiyah.

“Terima kasih atas kedatangan, kepedulian dan solidaritas dari bapak dan saudara semua di rumah kami yang sedang berduka, di Torjun ini. Selain anak kami, Ahmad Budi Cahyono yang meninggal, beberapa hari kemudian neneknya juga berpulang ke hadirat Allah SWT. Nenek dan cucunya dimakamkan secara berdampingan. Kami mohon doa untuk keduanya agar diterima di sisiNya dan diampuni segala dosanya. Semoga kedatangan Bapak dan Saudara sekalian mendapat balasan pahala dari Allah SWT. Aamiin” demikian sambutan pak Satuman mewakili keluarga duka.

Sementara itu Eko Hardiansyah, perwakilan dari Majelis Dikdasmen PWM Jatim menyatakan rasa duka yang mendalam atas musibah ini dan berharap semoga kejadian ini tidak akan terulang kembali pada dunia pendidikan kita.

Sebagaimana diberitakan oleh beberapa media masa, Ahmad Budi Cahyono adalah guru honorer yang mengajar seni rupa di SMA Negeri, Sampang. Ia dianiaya oleh muridnya ketika menegur dan mengingatkan muridnya agar tidak bergaduh dan mengganggu teman sekelas ketika sedang dalam proses belajar belajar berlangsung di kelas. Teguran pak Guru tersebut justru membuat marah murid dan langsung memukuli gurunya.

Setelah dilerai dan pulang ke rumah Pak Guru Budi mengeluhkan rasa sakit di kepalanya. Ia pun segera dibawa ke rumah sakit setempat hingga dirujuk ke RSUD di Surabaya. Pada pak Guru Budi berpulang ke hadirat Allah SWT dan menghembuskan napas terakhir ketika dalam penanganan RSUD setelah didiagnosa dokter bahwa ia mengalami patah tulang leher karena pukulan yang berakibat pada syaraf pembuluh darah yang menuju ke otak. (Adit).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
ada pertanyaan?
Lazismu Jatim
Assalamualikum, adakah yang bisa saya bantu?