Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Pada penghujung bulan September 2020 Jawa Timur memasuki muslim penghujan, dan pada awal November 2020 ini terjadi hujan deras di beberapa daerah, termasuk di Kabupaten Pasuruan. Hari Ahad 31 Oktober 2020 hujan deras menggenangi kawasan Beji dan Gempol.

Sebanyak 225 keluarga rumahya terdampak banjir, yaitu tergenang air dengan ketinggian antara 30 cm hingga 1 meter. Beberapa fasilitas umum dan sekolah juga terendam air, tak terkecuali Perguruan (SD-SMP-SMA) Muhammadiyah Gempol.

Warga di kedua kawasan itu, terutama yang hidup berkekurangan merasa kesulitan. Mereka yang bekerja dan berpenghasilan harian terpaksa tidak bekerja karena harus mengatasi rendaman banjir yang menerjang rumahnya.  Hal itu mengetuk hati semua pihak guna turut membantu warga terdampak, terutama Pemerintah Daerah dan juga Muhammadiyah, sebagai organisasi dakwah sosial keagamaan.

Para relawan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah serta Organisasi Otonom di Kabupaten Pasuruan turut hadir guna sedikit meringankan beban warga terdampak banjir. Kehadiran ditunjukkan dengan mendirikan posko Dapur Umum. Setiap hari Dapur Umum Muhammadiyah menyediakan 500-600 nasi bungkus untuk makan siang warga yang rumahnya terendam banjir di kawasan Beji dan Gempol.

Menurut Mukhlis, Ketua LAZISMU Kabupaten Pasuruan yang juga Anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), telah dikerahkan sebanyak 20 orang relawan dari kalangan guru dan warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Mereka bertugas di posko Dapur Umum. Selain memasak makanan, para relawan juga terjun langsung ke rumah-rumah penduduk guna membagikan nasi bungkus untuk kebutuhan makan siang warga.

“Kami juga menerima bantuan dari donatur, apakah itu berupa bahan pokok, sembako maupun uang. Bantuan itu kami wujudkan menjadi nasi bungkus siap makan yang dimasak di Dapur Umum Muhammadiyah yang diadakan secara darurat di perguruan Muhammadiyah Gempol. Setiap hari para relawan terjun ke rumah-rumah warga yang terendam air guna membagikan makanan siap santap” kata Mukhlis ketika diminta informasi tentang kegiatan para relawan di gedung Muhammadiyah Jawa Timur, Kertomenanggal Surabaya (02/11/2020).

“Kami juga berkoordinasi dengan semua pihak bagaimana mengatasi sekolah yang terdampak banjir, terutama menangani peralatan dan perlengkapan sekolah yang rusak terendam air. Semoga ada solusi dari peristiwa ini” harapnya. (Adit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *