Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Keberadaan Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ) di Masjid/musholla dan balai da’wah dirasakan semakin menurun kiprahnya akhir-akhir ini dikarenakan berbagai sebab.

Oleh karenaLazismu Jatim merasa perlu menghidupkan kembali TPQ dengan mengadakan pembinaan terhadap para ustadz dan ustadzah atau guru TPQ. Gebrakan awal pembinaan bagi guru TPQ di Kota dan Kabupaten Parsuruan.

 

Kegiatan pembinaan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu 4 Maret 2016 di Gedung Da’wah Muhammadiyah Kab. Pasuruan, di kawasan Raci. Sebanyak 100 orang ustadz dan ustadzah TPQ se-Kabupaten dan Kota Pasuruan hadir memenuhi ruangan Gedung Da’wah. Hadir PDM beserta jajaran Lazismu dan Majelis Tabligh Muhammadiyah di kedua Daerah itu.

Menurut ustadz Zainul Muslimin, Ketua Lazismu Jawa Timur, Guru atau ustadz dan ustadzah TPQ adalah ujung tombak da’wah. Mereka harus diperhatikan dan difasilitasi oleh Persyarikatan. Menjadi tugas Lazismu di setiap tingkatan agar bersinergi dengan Majelis Tabligh untuk mengembangkan keberadaan TPQ di Masjid dan Musholla atau di balai-balai da’wah di masyarakat. Sebanyak 10.000 lebih guru TPQ Muhammadiyah/Aisyiyah di Jatim harus diberikan perhatian oleh Persyarikatan, terutama kesejahteraan dan peningkatan kualitas SDM-nya. Jika tidak, maka keberlangsungan TPQ sebagai ujung tombak da’wah di masyarakat akan merosot.

Yang bertindak memberi materi pembinaan sesi pertama adalah ustadz Munahar, M.Pd.I, Divisi Manajemen TPQ Majelis Tabligh PWM Jatim. Ustadz Munahar memberikan motivasi dan semangat kepada para ustadz/ustadzah bagaimana membangun TPQ yang luar biasa dan berbeda dengan TPQ pada umumnya.

TPQ perlu dihidupkan dan dijadikan lahan da’wah yang efektif bagi masyarakat kata ustadz Munahar. Oleh karena itu peran ustadz dan ustadzah sangat dinantikan bagaimana agar TPQ menjadi wahana da’wah yang menarik khususnya bagi generasi Muslim.

Para pengelola TPQ harus punya terobosan kreatifitas dan program yang jelas serta detail apa yang hendak diraih bagi santrinya, terutama dalam baca tulis al-Qur’an. Disamping itu TPQ harus mempunyai nilai tambah dalam hapalan al-Qur’an. Menurut ustadz Munahar santri harus diberian cara yang menyenangkan dan nyaman agar bisa cepat hapal surat-surat dalam al-Qur’an. Ustadz juga harus melibatkan peran orang tua dalam proses belajar al-Qur’an karena dukungan orang tua menjadi kunci kesuksesan santri.

     

Pada sesi kedua ustadz Misbahul Munir dari Tajdied Center mengajak para hadirin untuk mempelajari dan mengaplikasikan bagaimana metode pembelajaran baca tulis al-Qur’an dengan efektif bagi santri. Menurut ustadz Munir banyak metode yang berkembang agar santri cepat dalam membaca dan menulis al-Qur’an namun metode Tajdid yang dikembangkan lembaganya memberikan panduan pembelajaran yang cepat dan efektif sehingga santri mudah memahaminya.

Berikan Santunan

Di akhir acara Lazismu berkesempatan memberikan santunan kepada 100 orang ustadz dan ustadzah TPQ Muhammadiyah/Aisyiyah di Kabupaten dan Kota Pasuruan. Walau hanya bingkisan semoga memberikan rasa kebersamaan bahwa keberadaan para ustadz dan ustadzah TPQ diberikan perhatian oleh Persyarikatan. Semoga acara ini bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi Daerah lainnya agar memberikan kepedulian terhadap keberadaan TPQ, terutama di Jatim. (Adit)

   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *