Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Sudah jatuh tertimpa tangga. Agaknya itulah peribahasa yang tepat untuk menggambarkan keadaan Ahmad Syauqi, bayi berumur 20 hari yang menderita Hisprung.

Penyakit bawaan sejak lahir itu membuatnya divonis dokter untuk melakukan operasi selama dua kali berturut turut. Dengan usia yang sangat belia itu, ia harus melawan penyakit Hisprung. Yang membuat saluran pencernaan nya tertutup.

Tentu biaya yang dikeluarkan oleh keluarga pasti tidak sedikit. Sedangkan sang ayah, Fatakhi (42 th) hanyalah pegawai administrasi pada salah satu sekolah swasta biasa.

Sayangnya, operasi urung dilakukan. Setelah dilakukan tes swab covid 19. Bayi Syauqi terkonfirmasi virus corona. Alhasil ia harus menjalani perawatan di ruang isolasi seorang diri. Tanpa ibu dan ayahnya.

Bayi yang seharusnya berada dipangkuan ibunya itu butuh bantuan dan pertolongan kita semuanya. Jika tak segera dilakukan operasi, kesehatan bayi Syauqi akan terancam.

Nah, upaya Lazismu Lamongan dalam menyalurkan amanah dari donatur terutama dalam bidang kesehatan terus menerus dilakukan. Hal itu dibuktikan dengan penyerahan hasil donasi penggalangan dana kesehatan untuk adek Syauqi, bayi berusia 2 bulan yang harus dilakukan operasi karena menderita Hisprung (penyumbatan saluran pencernaan).

Bantuan itu diserahkan oleh Amil Lazismu Lamongan, Irvan di kediaman orang tua Syauqi, tepatnya di desa Paciran Kabupaten Lamongan pada Kamis (21/1/21).

Komitmen Lazismu Lamongan dalam upaya upaya kesehatan memang terus digalakkan. Hal itu disampaikan oleh Irvan Shaifullah, selaku manager Lazismu Kabupaten Lamongan.

“Kami berupaya dan berusaha penuh, untuk amanah dalam menyalurkan bantuan kepada sesama, terutama dalam bidang kesehatan. Pilar kesehatan, selama ini menjadi bagian penting dari usaha Lazismu Lamongan dalam membantu sesama,” ungkapnya.

“Permasalahan kesehatan kita dari dulu sampai sekarang adalah ketersulitan akses dan biaya, biaya kesehatan yang mungkin tidak ditanggung oleh badan penjaminan kesehatan negara terpaksa memang membuat beberapa pasiean yang kita tangani mundur bahkan menyerah, oleh sebab itu tugas Amil Amil Lazismu menyalurkan bantuan sekaligus memberikan pendampingan,” lanjutnya.

Lazismu punya enam pilar program yang menjadi fokus di tahun 2021 sebagai upaya dalam mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs (Sustainable development Goals). Diantara nya pilar kesehatan, pilar ekonomi, pilar dakwah, pilar sosial, pilar kemanusiaan dan lingkungan atau ekologi, sambung Irvan.

Sementara itu, orang tua adik Syauqi, Fatakhi (40 thn) yang bekerja sebagai pegawai swasta di salah satu sekolah di Paciran mengucapkan terima kasih yang sebanyak banyaknya kepada seluruh donatur.

“Saya ucapkan terimakasih banyak atas kepedulian para donatur, kini berkat bantuan dari para dermawan semua, syauqi bisa tersenyum kembali dan telah selesai mendapatkan tindakan operasi,” ungkapnya.

[divider]

Mari Terus berdonasi untuk kesehatan warga kurang mampu yang membutuhkna pertolongan. Salurkan donasi Anda melalui rekening Lazismu..

Jeniz ZIS Bank Norek Nama Rek
ZAKAT BSM 99398 1 19 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Lamongan
BMI 76630 1 19 00 0 00000 Zakat LAZISMU Kab Lamongan
INFAQ & SHODAQOH BSM 99398 2 19 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Lamongan
BMI 76640 2 19 00 0 00000 Infaq LAZISMU Kab Lamongan
KEMANUSIAAN BSM 99398 3 19 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Lamongan
BMI 76650 3 19 00 0 00000 Humanity LAZISMU Kab Lamongan

atau melalui :

https://kitabisa.com/campaign/bantubayisyauqi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *