KLL Umsida Kembangkan Potensi Mahasiswa Menjadi Solusi

Media sosial

UMSIDA.AC.ID– Kantor layanan Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sodaqoh (Lazismu) di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) ternyata belum lama berdiri. Hanya satu tahun berselang sejak pendirian dan peresmiannya oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Berbagai program dan skema penyaluran dana umat telah diluncurkan. Manfaat signifikan pun telah banyak dirasakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan. Meski belum lama berdiri, namu proses persiapan sebelum pembentukannya tentu membutuhkan waktu yang lebih lama.

Diantara beberapa tujuan pokok pendirian Lazismu di Perguruan Tinggi adalah pengembangan potensi entrepreneurship (kewirausahaan) dan pemberdayaan mahasiswa penerima beasiswa yang diprakarsai oleh Lazimu atau lebih dikenal dengan beasiswa Sang Surya. Merealisasikan tujuan tersebut, Lazimu menyelenggarakan Workshop Program Pemberdayaan Mahasiswa Penerima Beassiwa Sang Surya Tahun 2018 pada Sabtu, 24 Februari 2018. Bertema “Menjadi Mahasiswa yang Mandiri dan Produktif”, acara yang bertempat di Aula KH. Ahmad Dahlan ini dihadiri oleh pimpinan Umsida, Lazismu Wilayah Jatim dan beberapa stakeholder lainya.

Budi Suryanto, Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur, dalam penyampainnya menyinggung fakta bahwa mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, namun person-person pemegang kekayaan strategis justru dari pihak non-muslim “Jika flashback tahun lalu umat Islam turun, tetapi hanya ada 5 pengusaha muslim dari daftar 50 orang terkaya di Indonesia dengan porsi kekayaan 6,4% atau sekitar US$ 7,3 milyar. Tidak ada satupun muslim yang menjadi CEO atau pemegang posisi kunci di perusahaan terbesar di Indonesia” ujarnya.

Budi juga menyoroti fenomena genarasi muda yang konsumtif dan kebanyakan hanya bisa menjadi penikmat (user), bukan pembuat inovasi (creator). “Kemajuan zaman yang kian maju seharusnya mampu menjadikan umat Islam juga ikut maju dengan ikut bersaing dalam dunia perekonomian Indonesia. Dan yang lebih penting, mahasiswa Umsida yang mendapatkan beasiswa Sang Surya tidak hanya sebagai mahasiswa penerima (tangan dibawah), tapi juga mahasiswa yang mampu mengembangkan potensi” tambahnya.

Di akhir sesi, Budi mengingatkan para peserta dan seluruh stakeholder yang hadir bahwa saat ini umat islam Indonesia berada pada momentum kebangkitan. Terutama sejak digelarnya aksi bela islam 212. Para pemimpin umat bermunculan dan perekonomian umat mulai menemukan polanya, bahkan menjalankan rodanya sendiri. Momen ini harus dilihat secara positif dan bijak oleh generasi muda. Yakni dengan meningkatkan kompetensi dan memberanikan diri mengambil resiko memulai usaha. Seorang entrepreneur sejati harus berani melangkah dan menghiraukan cibiran orang lain terhadap pribadinya.

“Saya dulu, tidak kuliah dan hanya bermodal kursus komputer. Karena pikir saya dulu, apa yang bisa saya jual dalam diri saya. Meskipun banyak halangan dan rintangan, termasuk perasaan sakit hati saat melihat orang lain bisa sekolah tinggi serta banyak ejekan dari orang lain dan lain-lain. Namun, itulah yang menjadi motivasi saya. Jadi, kumpulkan rasa sakit itu dan rancang masa depanmu. Jangan pernah takut dengan basic dirimu yang berbeda dengan passion-mu” pungkasnya. (Linda/Igip/MZF/Umsida.ac.id)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
ada pertanyaan?
Lazismu Jatim
Assalamualikum, adakah yang bisa saya bantu?