Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Bulan Dzulhijah merupakan bulan yang istimewa, karena dalam bulan tersebut terdapat hari raya besar Islam yaitu Idul ‘Adha. Pada tahun ini Hari Raya Qurban 10 Dzulhijah 1439H jatuh pada tanggal 22 Agustus 2018. Kegiatan yang dilakukan adalah Berqurban, yaitu menyembelih kambing, domba, sapi ataupun kerbau yang dibagikan kepada warga sekitar, faqir miskin dan orang yang membutuhkan.

Dalam perayaan hari qurban kali ini, Lazismu bersama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan Organisasi Otonom Muhammadiyah (Ortom) Ponorogo menyelenggarakan kegiatan BAKTI SOSIAL KOLOSAL, dengan tema : “Qurban Bersama untuk Sesama”. Kegiatan dilaksanakan di dua tempat dalam waktu yang bersamaan yaitu di Kecamatan (PCM) Sawoo dan di Kecamatan (PCM) Badegan.

Aksi yang dilaksanakan selama 2 hari yaitu pada tanggal 11 – 12 Dzulhijah 1439 H / 23 – 24 Agustus 2018 itu berprinsip kebersamaan karena dilakukan oleh berbagai elemen Muhammadiyah Ponorogo. Acara ini mendapatkan antusisme dan simpati masyarakat sekitar. Rangkaian kegiatan yang dilakukan diantaranya : Penyembelihan Hewan Qurban dan pembagian daging, pengobatan masyaraat, pembagian sembako, service gratis dan juga perlombaan ceria bagi anak-anak di sekitar lokasi baksos kolosal ini.

Lebih lanjut Zulkarnain Asyahifa selaku Ketua Lazismu Ponorogo menerangkan bahwa baksos kolosal ini merupakan gelaran pertama yang diadakan oleh PDM Ponorogo. “Konsep kegiatan Baksos Kolosal mungkin belum begitu sempurna, mengingat masih merupakan kegiatan yang pertama. Semoga pada tahun depan bisa kita adakan lagi sehingga menjadi agenda rutin tahunan” ujar Zulkarnain.

Semangat yang dikibarkan dalam agenda bakti sosial kolosal ini adalah dakwah yang menggembirakan. Hal itu meninggalkan kesan bahwa Muhammadiyah dalam menjalankan dakwahnya selalu dekat dengan masyarakat, bersatu dengan masyarakat dan menggembirakan. Segala aspek ada dalam proses pengembangan dakwah Islam sesuai dengan tuntunan Alquran dan Hadits.

“Kami berharap bahwa kegiatan bakti sosial kolosal ini menjadi pemantik semangat warga Muhammadiyah Ponorogo dalam mengembangkan dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan menjadikan semangat bagi warga masyarakat dalam menjalankan ibadah dalam keseharianya. Prinsip kebersamaan yang dikemas dalam bakti sosial kolosal semacam ini perlu menjadi hal yang terus dilakukan, karena dengan bersama sama kita kuat dan dengan bersama-sama pula kita bisa, sesuai dengan tagline Lazismu “Aksi Bersama Untuk Sesama, Memberi Untuk Negeri”. (Bayu/Ad).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *