Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

  

Tanah longsor yang terjadi di Dusun Tangkil Desa Banaran Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo yang terjadi sekitar pada pukul 07.30 WIB hari Sabtu 01 April 2017 telah mengakibatkan banyak korban jiwa dan kerusakan bangunan. Menurut data dari BPBD Kabupaten Ponorogo, korban meninggal dunia sebanyak 28 orang, 24 diantaranya sampai saat ini belum ditemukan. Karena dahsyatnya longsor yang terjadi, mengakibatkan limpahan materihal sepanjang sekitar 1,1 km dari titik longsor di dusun tangkil sampai dengan dusun krajan, sehingga material menghancurkan segala yang dilaluinya, dan mengakibatkan terjadi gelombang pengungsi 531 orang, yang tersebar di 5 titik pengungsian.

Dampak yang diterima dari bencana ini adalah adanya trauma para korban, hancurnya bangunan rumah, rusaknya fasilitas umum seperti 2 Musholla, jalan penghubung antar dusun, balai desa Banaran yang tidak bisa digunakan, serta terganggunya sarana pendidikan yaitu TK/PAUD dan Sekolah Dasar, juga kerusakan perekonomian masyarakat di bantaran sungai yang melintasi desa Banaran dengan radius 3 KM, kondisi tersebut berdampak pada kondisi psikologis, fasilitas umum, pendidikan, serta kondisi ekonomi para korban yang butuh waktu lama untuk kembali seperti semula.

Sehubungan dengan hal tersebut, Relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama dengan Tim Ortom AMM dan Lazismu Ponorogo telah membantu BPBD melakukan langkah-langkah, seperti evakuasi, pendirian Posko, perawatan jenazah korban, mendirikan Dapur Umum, menggalang bantuan dan sebagainya.

Saat terjadi Bencana berbagai tim Relawan dari berbagai organisasi, lembaga dan instansi berdatangan ke Banaran guna membantu BPBD melakukan pertolongan kebencanaan. Jumlah relawan organisasi swasta mencapai 200 personil, itu belum termasuk dari TNI/Polri dan instansi Dinas Pemerintah. Semua Relawan dari berbagai latar belakang itu bahu-membahu bekerjasama membantu evakuasi dan membuka Posko masing-masing.

Hingga suatu ketika di saat evakuasi pencarian korban dilakukan terjadi tanah longsor susulan yang mengakibatkan meluasnya areal yang terdampak. Pemerintah dan BPBD pun memutuskan untuk menghentikan evakuasi pencarian korban mengingat kondisi medan bertambah sulit, beresiko dan tidak memungkinkan lagi dilakukan evakuasi.

Dengan ditetapkannya akhir evakuasi dan pencarian korban itu kemudian para Relawan dan personil aparat berangsur-angsur pergi meninggalkan desa Banaran serta menutup Posko mereka masing-masing, kecuali Posko MDMC (Muhammadiyah). Posko MDMC (Muhammadiyah) Ponorogo tetap buka karena selain bertanggung jawab atas Dapur Umum, MDMC, MPS dan Lazismu juga mempunyai program rehabilitas lanjutan pasca ditetapkannya akhir masa tanggap darurat.

Kini 2 bulan setelah bencana MDMC Majelis Pelayanan Sosial (MPS) dan Lazismu Ponorogo bermaksud berpartisipasi membantu masyarakat untuk memulihkan psikologis, fasilitas umum, pendidikan, serta kondisi ekonomi mereka sebagai dampak dari bencana alam tanah longsor di di Dusun Tangkil dan Krajan Desa Banaran Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo Jawa Timur.

Program ini merupakan kegiatan yang berbasis pada masyarakat korban bencana longsor sehingga diperlukannya pendekatan khusus dalam proses pemulihan psikologis, fasilitas umum, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi agar program bisa berjalan efektif dan tepat sasaran. Yang di maksud dengan pendekatan khusus adalah, pemberdayaan masyarakat dengan memperhatikan situasi traumatis yang di alami masyarakat korban longsor.

Kegiatan akan dilakukan dengan strategi yang terintegratif dan holistik, dengan mengintegrasikan pendekatan kelompok dan individual meliputi ruang lingkup treatment yang memperhatikan aspek budaya, pendidikan, ekonomi, dan perspektif gender. Strategi kegiatan yang dilaksanakan adalah pengorganisasian masyarakat, bantuan teknis berupa santunan pendidikan, perbaikan fasilitas umum, pelatihan, pelayanan dukungan pasar, pelayanan modal dan advokasi kebijakan,

Secara umum tujuan dari program rehabilitasi rekonstruksi ini adalah menciptakan masyarakat mandiri, tangguh, berdaya, produktif, sejahtera dan bermartabat menuju kehidupan yang lebih baik. Secara Khusus di harapkan melalui program dapat :

  1. Membantu masyarakat dalam perbaikan rumah dan fasilitas umum yang rusak.
  2. Meningkatkan sumber daya manusia yang beriman dan bertaqwa serta menciptakan generasi yang tangguh khusus untuk warga yang terkena dampak
  3. Membantu masyarakat untuk memulihkan dan mengembangkan kembali usahanya
  4. Meningkatkan akses masyarakat terhadap sumberdaya untuk pemulihan ekonomi.
  5. Membantu masyarakat dan proses pengembalian usaha lama mereka yang hancur.

Kegiatan akan di laksanakan di 3 titik sasaran yaitu:

  1. Camp Pengungsian Korban di hunian sementara (Huntara) di dusun Tangkil Desa Banaran Kabupaten Ponorogo, di camp ini terdapat pengungsi sebanyak 20 KK dengan jumlah keseluruhan jiwa sebanyak 73 orang.
  2. Camp Pengungsi di rumah Bapak Purwanto di dusun Krajan Desa Banaran Kabupaten Ponorogo dengan jumlah pengungsi 15 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 43 orang.
  3. Camp Pengungsi di Rumah Kepala Desa Banaran Dusun Krajan dengan jumlah pengungsi 22 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 84 orang.

Kegiatan Program Tentatif adalah :

  1. Lokasi hunian sementara korban di dusun tangkil yaitu membantu Perbaikan Jalan Lingkungan huntara
  2. Lokasi di rumah bapak purwanto dusun krajan yaitu membuat posko, menyelenggarakan sekolah darurat untuk anak paud/TK dan trauma healing, dapur umum, pengobatan gratis dan pemberian logistik bagi masyarakat terdampak.
  3. Untuk kegiatan trauma healing bagi anak anak adalah dengan model bermain bernyani, mengaji, praktek ibadah dan pemberian makanan tambahan, sedangkan untuk masyarakat adalah semisal cooking clas, mengaji dan praktek ibadah.

Hingga saat ini Relawan MDMC, MPS dan Lazismu Ponorogo terus bergerak dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memantapkan program rehabilitas bagi warga terdampak bencana di desa Banaran, Pulung, Ponorogo. Saat ini fasilitas yang hendak didirikan antara lain Masji dan Shelter Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat. Semoga istiqomah… (Adit)

 

Ketika yang lain telah pergi, Muhammadiyah Masih Mendampingi…

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *