Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Hidup di area pengungsian tentu jenuh dan membosankan terlebih dicekam dengan kondisi darurat dan menakutkan. Bagi sebagian pengungsi kehidupan yang monoton dan membosankan tentu menjadi sebuah penderitaan tersendiri, apalagi bagi mereka yang terbiasa dengan hidup normal dan penuh dengan kesibukan.

Tentu hal itu menjadi perhatian para relawan Muhammadiyah (MDMC-Lazismu) di area pengungsian berstatus ‘Awas’ Erupsi Gunung Agung, Karang Asem, Bali. Perhatian MDMC-Lazismu lebih difokuskan terhadap anak-anak, agar keceriaan dan kegembiraan mereka di masa kecil tidak terganggu dan terenggut oleh suasana yang mencekam dan membosankan.

Oleh karena itu pada setiap kesempatan luang para relawan Muhammadiyah mengajak anak-anak pengungsi untuk bergembira dengan bermain dan berhibur bersama. Bersama dengan donatur dan berbagai komunitas yang datang bersimpati, anak-anak para pengungsi itu diajak olah raga, senam, pencak silat Tapak Suci, bernyanyi, berpuisi, bermain games, kuis dan aneka permainan edukasi dipandu oleh tim Psikososial MDMC.

Seperti pada hari selasa siang (3 Oktober 2017) ini, Ibu-ibu Komite, Guru, beserta murid-murid SD Muhammadiyah 2 memberikan Trauma Healing serta hiburan robotik anak dan musik yang tergabung dalam Gita Muda Harmoni. Mereka mengajak anak-anak pengungsi menirukan gerak robotik dan menari bersama-sama.

Kegiatan itu dilakukan agar supaya anak-anak pengungsi tetap bergembira dan ceria walau hidup di pengungsian. Juga untuk menjalin kebersamaan dan solidaritas dari anak-anak lain yang tidak terkena musibah.

Mereka, anak-anak pengungsi, juga mendapatkan nutrisi berupa makanan dan minuman ringan (kudapan) yang disediakan oleh relawan dari Dapur Umum. (Adit /foto : Lizi Abdullah, Lazismu Bali)

      

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *