Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

 

Dalam masa tanggap darurat One Muhammadiyah One Respons (OMOR) menjadi mitra strategis siapapun untuk berkolaborasi termasuk dengan pemerintah dalam penanggulangan bencana.

Kemitraan dalam kesiapsiagaan bencana itu salah satunya dengan mengirimkan tenaga kesehatan lewat koordinasi MDMC dan MPKU serta Lazismu dalam masa tanggap darurat di Kota Palu.

Dalam hal ini, dr. Syilvianti dari RSI Jakarta Cempaka Putih bersama Tim Kesehatan MDMC lainnya menelusuri lokasi-lokasi terisolir yang hanya dapat dijangkau oleh helikopter seperti di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah dalam operasi SAR Medis bersama TNI (8/10/2018).

Misi kemanusiaan tersebut untuk memberikan layanan kesehatan kepada warga yang membutuhkan dan bertepatan dengan dirgahayu TNI yang ke 73. Dari sisi dirgantara diharapkan aksi kemanusiaan dapat menyentuh para korban gempa yang belum tertangani secara optimal.

Sinergi itu juga terwujud dalam misi bahari. Para relawan Muhammadiyah dari berbagai unsur seperti MDMC, Lazismu, Kokam dan lainnya sedang menurunkan 20 ton bantuan logistik Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur dari KRI Surabaya 591 milik TNI Angkatan Laut (8/10/2018).

Bantuan logistik ini terdiri dari beras seberat 8 ton, mi instan 700 karton, air mineral 500 karton, minyak goreng, gula, sarden, kornet, daging analog, bumbu makanan, pempers bayi, pembalut wanita, pakaian dalam wanita, susu balita dan susu ibu hamil.

Ada juga alat-alat dapur umum seperti kompor, dandang, wajan, panci, piring, sendok dan lainnya, serta alat-alat listrik dan genset untuk mendukung aktivitas tanggap darurat dibawah koordinasi MDMC.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, MAP dalam tugasnya mengunjungi Poskor Utama Muhammadiyah untuk gempa bumi Palu-Mamuju-Donggala di Universitas Muhammadiyah Palu.

Kemendikbud sangat mengapresiasi kinerja OMOR dalam membantu warga pada masa tanggap darurat ini. Beliau berharap kegiatan belajar mengajar di Kota Palu dan Donggala segera pulih.

Dalam hal ini, pemerintah memprioritaskan untuk memulihkan kembali psikososial dan mental para guru agar bisa kembali melaksanakan tugasnya dan memprioritaskan alat-alat sekolah serta ruang kelas darurat. (na/lazismu.org)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *