Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Program Nusantara Berqurban Untuk Indonesia Berkemajuan (NBIB) Lazismu yang dagingnya dikemas dalam bentuk kornet dan rendang diharapkan mampu menjadi alternatif bagi ketersediaan pangan yang berkelanjutan. Kebanyakan hewan Qurban yang disembelih pada saat Hari Raya Idul Adha dagingnya melimpah dan pendistribusiannya cenderung kurang merata.

Di kota-kota besar banyak warga yang menerima daging qurban berlebih dari beberapa Masjid atau instansi yang menyelenggarakan Qurban. Sementara itu daging yang mereka terima tidak habis dikonsumsi pada momen itu. Sisanya disimpan di dalam lemari pendingin, bahkan untuk waktu yang agak lama. Sementara itu di lain tempat, masih banyak masyarakat yang tidak kebagian daging qurban karena di kawasan tersebut orang berqurban tidak banyak.

Menyadari hal itu Lazismu Nasional dan Jawa Timur pada tahun ini mulai menyisihkan sebagian daging Qurban untuk dijadikan kornet dan rendang sebagai persediaan bahan pangan di kemudian hari, mengingat makanan dalam kaleng tersebut dapat bertahan hingga 2 tahun. Proses pengkornetan dan perendangan dilakukan bekerjasama dengan pabrik makanan kemasan kaleng.

Produksi kornet dan rendang yang sudah jadi pada bulan ini segera didistribusikan ke berbagai kantor Lazismu Daerah dan Unit Amal Usaha Muhammadiyah (PAYM-RSM) se-Jawa Timur yang berkontribusi. Pendistribusian itu dimaksudkan agar kornet dan rendang bisa dibagikan kepada masyarakat dhuafa, ustadz, santri dan anak yatim dalam kegiatan Aksi Sosial di kawasan 3 T (Terdepan, Terluar dan Tertnggal). Sebagian lagi dicadangkan untuk kawasan rawan dan terdampak bencana alam serta kemanusiaan.

Untuk tahun depan Lazismu berencana meningkatkan kuantitas produksi kornet dan rendang agar cadangan bahan pangan itu tersedia cukup untuk kebutuhan yang memakan waktu agak panjang. (Adit).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *