Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Kornetmu dan Rendangmu yang merupakan produk program Qurban Berkemajuan Lazismu wilayah Jawa Timur memang disiapkan untuk kondisi darurat dan bersifat jangka panjang. Pada bencana banjir bandang di Singojuruh Banyuwangi kali ini kornetmu dan rendangmu hadir bersama paket bantuan lainnya didistribusikan kepada warga terdampak. Tujuannya agar warga tersebut tidak kekurangan pangan mengingat dalam kondisi darurat kurang sempat memikirkan persediaan bahan pangan.

Kornetmu dan Rendangmu adalah produk Program Nusantara Berqurban Untuk Indonesia Berkemajuan (NBIB) Lazismu Jawa Timur taun 2017M/1438 H lalu. Daging Qurban yang dikemas dalam bentuk kornet dan rendang diharapkan mampu menjadi alternatif bagi ketersediaan pangan yang berkelanjutan. Kebanyakan hewan Qurban yang disembelih pada saat Hari Raya Idul Adha dagingnya melimpah dan pendistribusiannya cenderung kurang merata.

Di kota-kota besar banyak warga yang menerima daging qurban berlebih dari beberapa Masjid atau instansi yang menyelenggarakan Qurban. Sementara itu daging yang mereka terima tidak habis dikonsumsi pada momen itu. Sisanya disimpan di dalam lemari pendingin, bahkan untuk waktu yang agak lama. Di lain tempat, masih banyak masyarakat yang tidak kebagian daging qurban karena di kawasan tersebut orang berqurban tidak banyak.

Lazismu secara Nasional khususnya wilayah Jawa Timur pada tahun lalu mulai menyisihkan sebagian daging Qurban untuk dijadikan kornet dan rendang sebagai persediaan bahan pangan di kemudian hari, mengingat makanan dalam kaleng tersebut dapat bertahan hingga 2 tahun. Proses pengkornetan dan perendangan dilakukan bekerjasama dengan pabrik makanan kemasan kaleng.

Produksi kornet dan rendang yang sudah jadi pada telah didistribusikan ke berbagai kantor Lazismu Daerah dan Unit Amal Usaha Muhammadiyah (PAYM-RSM) se-Jawa Timur yang berkontribusi. Pendistribusian itu dimaksudkan agar kornet dan rendang bisa dibagikan kepada masyarakat dhuafa, ustadz, santri dan anak yatim dalam kegiatan Aksi Sosial di kawasan 3 T (Terdepan, Terluar dan Tertnggal). Sebagian lagi didistribusikan ke kawasan rawan dan terdampak bencana alam serta kemanusiaan, seperti bencana banjir bandang di Pacitan akhir tahun lalu.

Untuk tahun ini Lazismu berencana meningkatkan kuantitas produksi kornet dan rendang agar cadangan bahan pangan itu tersedia cukup untuk kebutuhan yang memakan waktu agak panjang di masa mendatang. (Adit).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *