Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Lembaga Penanggulangan Bencana – Muhammadiyah Disaster Management Center (LPB-MDMC), LazisMU dan MPKU Muhammadiyah Jawa Timur menginisiasi Apel Bersama SekolahMU Aman dan Bersih di Kota Bima. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi pasca banjir Desember 2016 lalu.

Sebagai kota yang memiliki resiko tinggi bencana (IRBI 2013), pengurangan resiko bencana di sekolah menjadi kunci untuk menekan angka dampak kerusakan yang terjadi akibat bencana. “Dengan melibatkan empat sekolah antara lain SMA Muhammadiyah Kota Bima, MA Muhammadiyah Kota Bima, MTs Muhammadiyah Kota Bima dan SMK Kesehatan Muhammadiyah Kota Bima, MDMC bersama LazisMU dan MPKU bermaksud untuk menyebarkan pengetahuan mengenai pengurangan resiko bencana berikut fasilitas sekolah yang aman” kata Priyo A. Sancoyo, selaku Koordinator program SekolahMU Aman dan Bersih.

“Pada akhir pelaksanaan program ini, diharapkan Kota Bima memiliki fasilitas sekolah yang tangguh bila terjadi bencana dan menjadi tempat yang aman dan nyaman dalam kegiatan belajar mengajar,” kata Eka Iskandar Zulkarnain, M.Si, selaku Ketua PDM Kota Bima.

Disamping itu “Komitmen Muhammadiyah mewujudkan sekolah aman bencana di Kawasan Indonesia Timur di awali dengan kota Bima,” ujar Priyo A. Sancoyo.

   

 

Tidak hanya itu, Sekolah Muhammadiyah di Bima juga menjadi teladan dalam menjaga dan merawat kebersihan lingkungan, terutama lingkungan belajar siswa.  Sekretaris LazisMU Jatim, Aditio, yang turut serta mendampingi Tim Rehab Ponpes Muhammadiyah Bima, mengatakan bahwa menjaga kebersihan sangat dianjurkan oleh agama Islam, oleh karena itu perguruan Muhammadiyah di Bima harus menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya di NTB pada umumnya. Karakter dan mindset Hidup Bersih harus mendarah daging dalam setiap warga Persyarikatan dan wajib ditanamkan kuat pada diri siswa atau pelajar Muhammadiyah di kota Bima. “Sudah menjadi tugas dari setiap insan pendidik di perguruan Muhammadiyah agar membina siswa-siswinya hidup bersih dan menjaga lingkungan agar tidak kotor, kumuh dan bau” pungkas Aditio. (pas/ad).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *