Search
Close this search box.
Whatsapp Chat
Konsultasikan Zakat Anda kepada Kami

Laporan R&D LAZISMU Pusat : “BankZiska Jatim Melibatkan Banyak Pihak Guna Mendukung Program Pemberdayaan Ekonomi Umat” (2)

Bankziska memang merupakan program LAZISMU Wilayah Jawa Timur. Namun, program Bankziska dapat berjalan atas kolaborasi dengan berbagai pihak. Pihak-pihak yang turut bekerja sama dalam program Bankziska, antara lain LAZISMU Wilayah Jawa Timur, Kantor Layanan Lazismu (KLL) Hasanah, Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Hasanah, Relawan Bankziska, dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muhammadiyah.

Bankziska di Ponorogo didirikan dengan adanya kolaborasi antara Lazismu dan BMT Hasanah yang merupakan lembaga keuangan mikro syariah. Kolaborasi ini dilakukan karena Lazismu belum memiliki perangkat sistem keuangan mikro dan sumber daya manusia (SDM) yang berpengalaman di keuangan mikro. Kolaborasi juga dilakukan dengan KLL Hasanah, didirikan oleh BMT Hasanah, yang bertugas dalam menghimpun dana.

Hal ini karena Bankziska tidak boleh melakukan penghimpunan dana dan hanya boleh mentasyarufkan. Selain itu, KLL Hasanah memberikan dukungan dari segi operasional Bankziska, seperti pencairan pembiayaan dan angsuran pembiayaan dari mitra. Adapun peran masing-masing pihak dalam pengembangan Bankziska adalah sebagai berikut.

Peran Kantor Layanan Lazismu (KLL) Hasanah

Kantor Layanan LAZISMU Hasanah mempunyai peran penting, yaitu :

  1. Penghimpun dana zakat, infaq, dan shadaqah
  2. Memberikan dukungan operasional Bankziska, seperti pencairan pembiayaan
    dan angsuran

”Jadi begini, kalau di LAZISMU-nya, khususnya di KLL BMT Hasanah ini. (Peran) yang pertama adalah untuk pengimpunan dananya. Kita menghimpun dana. Karena apa? Di Bankziska itu kan tidak boleh ada penghimpunan dana, karena itu hanya bentuk pentasharufan. Jadi, Bankziska tidak boleh menghimpun dana. Yang menghimpun dana tetap dari LAZISMU. Nanti pentasharufannya melalui program Bankziska. Nah, seperti itu,” kata Abid Faizal Fahmi Ketua Kantor Layanan LAZISMU BMT Hasanah atau KLL Hasanah dalam Focus Group Discussion yang dilaksanakan oleh Tim R&D LAZISMU Pusat, tanggal 11 Oktober 2023 di kantor utama BankZiska, Jabung, Ponorogo.

“Jadi, kita setelah menghimpun makanya bener apa yang dikatakan Pak Lis (Sulistio Ketua BMT Hasanah) kita menghimpun dana sebanyak-banyaknya supaya apa? Supaya masyarakat bisa semua tercover yang paling penting adalah yang terjerat rentenir itu juga bisa kita atasi. Seperti itu,” ujar Abed panggilan Abid Faizal Fahmi, Ketua LAZISMU BMT Hasanah.

“Tugas pertama adalah pengimpunan dana yang jelas yang ada di KL LAZISMU BMT Hasanah dan ditasharufkan melalui program Bankziska. Nah, yang (peran) nomor dua adalah kita support dari perjalanannya Bankziska itu. Disamping penghimpunan dana, kita juga mendampingi dari segi operasional. Nah itu juga kita. Dari teman-teman LAZISMU KLL BMT Hasanah. Jadi ketika kita melakukan pencairan, angsuran, itu petugasnya juga teman-teman yang ada di KLL BMT Hasanah. Nah, seperti itu. Kita support. Karena ya disamping kita menghimpun dana juga kita mendampingan dari segi operasional itu tadi,” jelas Abid Faizal Fahmi seperti yang dikatakannya dalam Focus Group Discussion, 11 Oktober 2023.

Peran Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Hasanah

Sedangkan peran Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Hasanah, antara lain :

  1. Memberikan dukungan sumber daya manusia untuk mengelola program Bankziska,
  2. Menyediakan kantor operasional untuk Bankziska,
  3. Mengkoordinir relawan Bankziska Relawan Bankziska, tim personil sukarelawan yang membantu terlaksananya operasional Bankziska. Identitas relawan Bankziska terdata resmi di BankZiska.
  4. Memberikan dukungan dana kepada Bankziska dalam rangka pemberdayaan ekonomi pengusaha mikro bahkan ultra mikro yang terpapar renternir atau potensi terpapar renternir.

”Jadi ketika program Bankziska sudah ditawarkan oleh LAZISMU wilayah Jawa Timur, ya oke, kita BMT Hasanah menangkap dan menerimanya. Karena sebelumnya juga sudah terbiasa. Dan justru dengan Bankziska ini, gerakan sosial kita lebih besar lagi. Luar biasa, karena kita sering dipimpin oleh LAZISMU Wilayah, disupport, dibesarkan hatinya, disemangati. Akhirnya teman-teman kita puas itu. Puas bekerja dengan program Bankziska yang dilakukan di Ponorogo. Termasuk relawan yang kita rekrut itu luar biasa. Di Ponorogo itu kita punya relawan sekitar 50 relawannya di lapangan itu tanpa dibayar. Kenapa dia mau? Puas. Artinya puas ketika bisa menolong orang lain. Tanpa dibayar itu” kata Sulistio, Ketua Pengurus BMT Hasanah dalam Focus Group Discussion, 11 Oktober 2023.

”Kenapa termasuk potensi terpapar rentenir? Karena menurut observasi kami, sekitar tahun 2016-2017 kita (BMT Hasanah) mengadakan semacam penelitian di pasar tradisional. Jadi semua UMK di pasar tradisional: Bakul Pecel, Bakul Peyek, ya semacamnya lah, Bakul Bakso, itu semuanya kena renternir. Atau istilahnya bank titil, kalau di Ponorogo dikenal bank harian, yang bunganya sangat-sangat tinggi sehingga itu akan mencekik UMK kita. Seperti itu. Nah, berangkat dari situ maka kita mengadakan semacam uji coba bagaimana kita memberikan pembiayaan pada mereka sehingga mereka itu lama-lama tidak tergantung pada rentenir, gitu kan..karena kita tahu semuanya rentenir itu akumulasi bunganya ratusan persen. Ada yang 400%, ada yang 300 persen. Jadi betul-betul UMK itu sangat-sangat gelisah ketika berhadapan dengan rentenir. Tetapi, kenapa UMK itu menghubungi rentenir? Karena mereka kan ultramikro, mau mengakses bank nggak bisa. Nggak ada jaminan panjang-panjang, larinya ke rentenir yang ada di pasar-pasar itu. Yang bunganya sangat-sangat tinggi. Nah, dari situlah, maka BMT Hasanah, (melakukan) penelitian di pasar tradisional (dan) benar ternyata. Jadi, UMK kita tidak bisa berdaya karena tergerogoti oleh yang namanya bank titil (atau) yang ada disini ya bank harian. Yang bunganya itu sangat tinggi. Kemudian kita mencoba untuk memberikan solusi. Pada waktu itu kita hanya memberikan pembiayaan kepada mereka itu Rp250.000,00 per UMK. Belum apa-apa sebetulnya, (tapi) sangat penting sekali. Tetapi ini sebagai uji coba. Kita dampingi, kita berikan pendampingan, kita berikan, kita ajari bagaimana mencatat Laba Rugi sebenarnya dengan sangat sederhana pada waktu itu ya. Nah, setelah kita uji coba seperti itu, ada dampak yang luar biasa. Karena kita yang dampingi terus menerus mereka itu, kita dampingi. Akhirnya lama-lama, ya ada semacam pemikiran dari itu. Oh ternyata terus-terus mengikuti bank titil, ya bangkrut tenan (betul) ya, agak begitu. Tapi belum bisa apa-apa, karena uang Rp 250.000,00 kan sangat kecil. Padahal dia itu… di bank titil: satu bakul, satu penjual, satu UMK itu di pasar ya ada yang (memiliki) tiga, ada yang (memiliki) empat, bahkan ada yang (memiliki) 7, bahkan ada yang puluhan (pinjaman ke bank titil/ renternir). Karena memang saat mudah, cukup pakai fotocopy KTP, hari ini cair. Nah, tidak mikir bunganya berapa itu. Setiap pasaran dia harus membayar dan betul-betul itu menyengsarakan UMKM kita. Nah, itu (qardul hasan) sudah kita (BMT Hasanah) lakukan, terus ada tawaran (dari Lazismu Jawa Timur tentang Bankziska),” ungkap Sulistio, Ketua BMT Hasanah, secara gamblang dalam Forum Group Discussion, 11 Oktober 2023.

“Jadi, cocok lah kita. (Lazismu) Wilayah Jawa Timur memberikan semacam tawaran ini (Bankziska), ayo bekerja sama. Bisa diberdayakan UMKM, lewat program Bankziska. Kita supporting, oke kita siap support. Insya Allah SDM sudah ada, karena kita sudah terbiasa keluar masuk pasar tradisional. Marketing kita sudah terbiasa masuk. Kemudian kita ada dana untuk kita berikan. Kita yakin dana itu tidak hilang. Bankziska itu kan memberikan pembiayaan pada UMKM itu tanpa bunga, tanpa jaminan, tanpa denda, tanpa biaya administrasi sepeser pun. Itu cocoklah, karena kita sudah terbiasa ngurusin, kita tidak divisi mal tadi kan seperti itu. Nah sebelumnya, memang BMT kita (BMT Hasanah) sudah bergabung di Lazismu Daerah. Kita mendirikan KLL (Kantor Layanan Lazismu) BMT hasanah. Jadi, program Bankziska ini sudah kayak gayung bersambut gitu lah. Nah cuman yang membedakan, kenapa ditawarkan kemana-mana dia (lembaga keuangan syariah lain) tidak mau, karena barangkali itung-itungan. Teman-teman kita (lembaga keuangan syariah lain) yang tidak mau itu barangkali kan profit, profit, profit (berorientasi ke profit). Kita kan nggak profit, tapi kemanusiaan,” tegas Sulistio, Ketua BMT Hasanah, dalam Forum Group Discussion, 11 Oktober 2023.

Peran Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muhammadiyah

Pada perjalanan waktu, Bankziska melakukan jejaring dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muhammadiyah Ponorogo. Keberadaan LBH Muhammadiyah Ponorogo ini mendukung eksistensi Bankziska dari sisi hukum dalam usaha memerangi renternir.

“Bankziska dalam perjalanannya selalu menjadi tempat keluh kesah masyarakat yang menjadi korban renternir. Korban-korban renternir ini sering kali mengadukan kepada Bankziska tentang ketidakmampuan mereka dalam membayar hutang dan bunganya dalam jumlah besar kepada renternir. Mereka juga sering kali berkeluh kesah tentang renternir yang seringkali berucap kurang baik kepada mereka ketika mereka tidak mampu membayar cicilan hutang. Apabila ada mitra Bankziska yang terlilit hutang rentenir dengan nominal lebih dari Rp 2.000.000,00, maka mereka akan mengajukan pembiayaan kepada Bankziska untuk menutup hutang tersebut. Pengajuan pembiayaan dengan nominal lebih dari Rp 2.000.000,00 memerlukan persetujuan dari Komite Pembiayaan. Apabila pembiayaan telah disetujui maka pihak Bankziska akan melakukan negosiasi dengan rentenir agar pelunasan hutang hanya dibayar hutang pokok saja (tanpa bunga). Jika negosiasi telah menemukan kesepakatan, maka Bankziska akan menggunakan pembiayaan yang telah disetujui tersebut untuk melunasi hutang kepada rentenir. Sebagai upaya antisipasi apabila hal yang tidak diinginkan terjadi pada saat proses negosiasi ini, LBH Muhammadiyah Ponorogo akan hadir untuk memberi dukungan dari sisi hukum” kata Faruq Ahmad Futaqi, Manager BankZiska kantor utama Ponorogo. (Bersambung)

Baca Kabar lainnya

Profil

Donasi

Layanan

Daftar