Search
Close this search box.
Whatsapp Chat
Konsultasikan Zakat Anda kepada Kami

Laporan R&D LAZISMU Pusat : “Dampak Program BankZiska LAZISMU Terhadap Kehidupan Ekonomi dan Religi Para Mitra” (4-Habis)

Pinjaman qardhul hasan dari Bankziska untuk mitra-mitranya memang bukan dalam jumlah yang besar. Namun pinjaman ini dapat membantu mitra dalam melepaskan diri dari jerat hutang rentenir. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Agus Edi Sumanto, salah satu Wakil Ketua LAZISMU Jatim, berikut ini:

”Jadi gini, konsep sederhana seperti ini, bagi sebagian orang, orang-orang kota khususnya, uang Rp 500.000,00 itu sama sekali tidak bernilai, atau sangat rendah nilainya. Tapi di tangan bankziska, Rp 500.000,00 itu bisa menyelamatkan satu keluarga besar. Ini saya sampaikan begini. Ini simpul orang kampung seperti ini,” kata Agus Edi Sumanto.

“Kalau saya hidup, saya harus bekerja. Dengan bekerja, maka saya dapat profit, keuntungan. Dengan uang Rp 500.000,00 di tangan saya, saya bikin nasi pecel, bikin tempe goreng, bikin peyek, saya jual, entah ke pasar, entah ke pojokan perempatan di suatu desa, entah di emperannya yang bersangkutan, maka uang Rp 500.000,00 ini ketika dijual bisa sehari mendatangkan profit antara Rp 100.000,00 – Rp 200.000,00. Dengan Rp 200.000,00 itu sudah bisa menghidupi satu keluarga. Jadi bayangkan saja, di tangan Bankziska, buat orang kota Rp 500.000,00 itu nggak manfaat, tapi di tangan Bankziska, disatukan pada orang yang tepat, ini bisa menyelamatkan kelaparan dari satu keluarga, bisa menyelamatkan harga diri satu keluarga, bisa menyelamatkan bencana ekonomi dari suatu keluarga. Ini yang kita tangani. Dan sudah banyak terbukti. Yang sukses juga sudah banyak. Kita memang betul dari sesuatu yang negatif, bukan dari nol. Kalau orang, kami bekerja sama dari nol, kami dari negatif,” jelas Agus Edi Sumanto, dalam Forum Group Discussion di Ponorogo, 11 Oktober 2023.

Sejak awal berdiri di tahun 2020 hingga tahun 2023, Bankziska Ponorogo memiliki total 693 mitra dan sekitar 65% nya telah terbebas dari jeratan rentenir. Kaji dampak program Bankziska tidak hanya diukur melalui sisi ekonomi saja tetapi juga diukur melalui adanya perubahan diri dari sisi pengetahuan dan juga spiritual. Survei terhadap 36 mitra aktif Bankziska telah dilakukan untuk mengetahui informasi tentang dampak program.

  1. Pendapatan Keluarga. Rataan pendapatan keluarga per bulan mitra mengalami peningkatan setelah mendapatkan program Bankziska. Peningkatan pendapatan ini tentunya berhubungan dengan Mitra yang lambat laun mulai terlepas dari jeratan utang rentenir, sehingga pendapatan usaha setiap harinya tidak digunakan untuk membayar utang dengan bunga yang tinggi.
  2. Perubahan Diri
    a). Kepemilikan Usaha. Seluruh mitra Bankziska telah memiliki usaha sebelumnya. Hal ini karena Bankziska fokus pada pengusaha super mikro, mikro, dan kecil yang terjerat rentenir. Sesudah menerima program Bankziska, para mitra tetap menjalankan usahanya.
    b). Kepemilikan Tabungan. Jumlah mitra Bankziska yang memiliki tabungan semakin bertambah sesudah menerima atau mengikuti program Bankziska. Peningkatan tersebut mencapai 53%. Kebalikannya, jumlah mitra Bankziska yang tidak memiliki tabungan mengalami penurunan setelah mitra mengikuti program Bankziska.
    c. Perubahan yang Dialami oleh Penerima Manfaat Setelah Mendapatkan Program. Setelah mengikuti program Bankziska, mitra merasakan beberapa perubahan dalam diri masing-masing. Sebanyak 39% mitra mengaku bahwa spiritual mereka menjadi lebih baik setelah mengikuti program Bankziska. Selain perubahan dari segi spiritual, mitra juga mengaku bahwa kemampuan mereka dalam mengelola usaha mengalami peningkatan setelah mengikuti program Bankziska (24%). Hal ini kemungkinan disebabkan oleh adanya tausyiah dan pendampingan usaha yang rutin diberikan Tim Bankziska kepada mitra-mitranya selama mereka mendapatkan pembiayaan dari Bankziska. Perubahan lain yang juga banyak dirasakan oleh mitra setelah mengikuti program Bankziska adalah mitra mampu melunasi hutang sebelumnya (21%). Hal ini sesuai dengan tujuan didirikannya Bankziska yaitu untuk membantu mitra-mitranya agar terlepas dari jeratan hutang rentenir.
  3. Indikator Kebutuhan Spiritual
    a. Shalat. Mitra Bankziska mayoritas telah melaksanakan shalat wajib rutin walaupun kebanyakan dilakukan secara munfarid. Namun, setelah mendapatkan program Bankziska, jumlah mitra yang melaksanakan shalat wajib rutin secara berjamaah dan melakukan shalat sunah kian bertambah.
    b. Puasa. Setelah mendapatkan program, terdapat penurunan jumlah mitra Bankziska yang melaksanakan puasa wajib tidak penuh. Mayoritas mitra Bankziska telah melaksanakan puasa wajib secara penuh baik sebelum dan sesudah menerima program. Namun, hal yang menarik adalah adanya peningkatan jumlah mitra yang melaksanakan puasa wajib penuh dan puasa sunah sesudah mereka menerima program.
    c. Zakat. Jumlah mitra yang membayar zakat fitrah, zakat harta, dan infaq / sedekah setelah mendapatkan program mengalami peningkatan dibandingkan sebelum mendapatkan program. Namun, mayoritas mitra Bankziska telah menunaikan zakat baik sebelum maupun sesudah menerima program Bankziska.
    d. Lingkungan Keluarga. Pada indikator spiritual ini, sebagian besar mitra menganggap bahwa mendukung ibadah anggota keluarga merupakan hal yang terpenting. Namun, jumlah mitra yang beranggapan bahwa membangun suasana keluarga yang mendukung ibadah secara bersama-sama merupakan yang terpenting, terutama setelah mereka mengikuti program Bankziska. sebagian besar mitra merasakan bahwa kebijakan pemerintah terkait pelaksanaan ibadah yaitu dengan mendukung ibadah dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk ibadah.

Rekomendasi untuk Program

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan kepada para mitra Bankziska di Ponorogo, maka rekomendasi yang dapat disampaikan untuk program Bankziska, antara lain:

  1. Mitra Bankziska menghadapi kesulitan dalam menjalankan usaha. Kesulitan yang paling sering dihadapi adalah kesulitan modal (58%), kesulitan memasarkan usaha (22%), dan kesulitan melakukan pembukuan usaha (17%). Mitra Bankziska berpendapat bahwa program Bankziska telah mampu memberikan solusi terhadap kesulitan modal usaha dan kesulitan memasarkan usaha. Bankziska memberikan pembiayaan qardhul hasan untuk meringankan kesulitan modal usaha yang dihadapi mitra. Bankziska juga mendirikan toko oleh-oleh khas Ponorogo untuk membantu mitra dalam pemasaran usaha. Namun, mitra saat ini masih mengalami kesulitan dalam pembukuan usaha. Menanggapi hal ini, pendampingan mitra Bankziska yang berisi tentang pengelolaan usaha, khususnya pembukuan usaha dan pengelolaan keuangan, diperlukan untuk meningkatkan kapasitas mitra dalam menjalankan usaha.
  2. Bankziska telah mampu membantu setidaknya 65% dari total mitranya untuk terlepas dari hutang rentenir. Maka dari itu, Bankziska juga perlu memikirkan strategi agar mitra yang telah lepas dari rentenir tidak terjerat kembali. Suatu komunitas yang mewadahi mitra Bankziska yang telah lepas dari hutang rentenir diperlukan untuk menjaga semangat mitra dalam memerangi riba.

Sumber : LAPORAN AKHIR RISET PEMBERDAYAAN EKONOMI LAZISMU PUSAT.

Baca Kabar lainnya

Profil

Donasi

Layanan

Daftar