Lazismu Ajak Anak-anak TK ‘Aisyiyah Berbagi Takjil Buka Puasa di Kaki Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo

Media sosial

Berkah senantiasa melimpah di bulan suci Ramadhan. Dalam rangka memberikan edukasi tentang kepedulian kepada anak-anak KB/TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) yang berada di kaki Gunung Bromo, Lazismu Kabupaten Probolinggo mengadakan Aksi Bersama untuk Sesama.

Sore hari (6/6/17) seluruh murid TK ABA Ketangi Lumbang, Probolinggo, berkumpul di beberapa titik dan pertigaan jalan raya yang menuju ke arah Gunung Bromo. Murid-murid TK Islam yang berada di kaki Bromo ini menggelar acara Tebar Takjil di 5 titik. Kelima titik yang dijadikan target penyebaran takjil adalah Negororejo, Purut, Lambangkuning, Wonogoro, dan Lumbang. Alasan dipilihnya lima tempat itu karena selain letaknya strategis juga tempat tinggal peserta didik KB/TK ABA Ketangi tersebar di tempat-tempat itu.

Bu Anis, Kepala TK ABA Ketangi yang mengkomandani 9 guru ini menuturkan,”Tebar Takjil ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada anak agar memiliki kepedulian. Karena kesuksesan itu hanya dimiliki oleh orang-orang yang memiliki kepedulian.”

Tebar takjil akan dilaksanakan pada tanggal 6, 8, 10, 12, dan 14 Juni 2017. Dengan target 500 paket takjil per-hari yang ditebar di 5 titik tersebut, pada H-2 sudah terdata 900 paket. Pada pelaksanaannya, jumlah 1.000 paket atau 200 paket per titik tebar akan tercapai bahkan bisa jadi akan terlampaui. “Program yang digagas oleh Lazismu ini disampaikan kepada orang tua saat rapat wali murid. Alhamdulillah, dukungan dan antusias orang tua peserta didik dan alumni sangat luar biasa,” terang Bu Emy, Ketua ‘Aisyiyah Cabang Lumbang.

Dalam tebar takjil perdana yang digelar di Negororejo, anak-anak Kelompok Bermain menebarkan 240 paket takjil kepada siapa saja yang lewat di pos tebar takjil. Ibunda dari Ananda Faruq yang sehari-hari berprofesi sebagai perawat di Desa Negororejo mengucapkan, “Terima kasih, anak-anak telah dididik sangat luar biasa dengan melatih kepedulian mereka dengan aksi berbagi. Hanya guru-guru hebat yang mau mendidik di luar waktu sekolah. Sekali lagi terima kasih, hanya itu yang bisa saya dan teman-teman sampaikan.” pungkas ibu perawat yang bertugas di Desa itu. (K-Ridho).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
ada pertanyaan?
Lazismu Jatim
Assalamualikum, adakah yang bisa saya bantu?