Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

 Liatim (dalam foto, di tengah), seorang wanita paruh baya terlihat tergolek lemas tak berdaya di salah satu ruangan perawatan di Puskesmas Pamotan saat Tim Lazismu Kabupaten Malang mengunjunginya pada Hari Sabtu (29/9/2018). Liatim terpaksa harus rawat inap di Puskesmas karena menderita sesak nafas akibat bronkitis dan juga penyakit lambung.

Saat dikunjungi Imam Suhariadi Islam dari tim Lazismu, Liatim yang bekerja sebagai buruh tani srabutan ini bercerita tentang permasalahan biaya yang Ia hadapi. Dia mengatakan bahwa masih bingung bagaimana nanti bisa membayar tagihan biaya selama dirinya rawat inap di Puskesmas. Hal itu karena Ia tidak mempunyai Kartu Indonesia Sehat (KIS) ataupun BPJS. Sehingga Ia khawatir tidak bisa keluar dari puskesmas kalau belum melunasi biaya perawatannya selama di sana.

Mengetahui permasalahan yang dialami Liatim, Imam Suhariadi Islam menjanjikan bahwa semua biaya perawatan akan ditanggung oleh Lazismu. Sehingga, Wanita yang kini tinggal bersama ibu dan anak angkatnya semenjak ditinggal pergi oleh suaminya lima tahun lalu ini tak perlu lagi mengkhawatirkan biaya dan hanya perlu fokus pada penyembuhannya. “Jadi sebenarnya, kondisi Ibu Liatim ini sudah baikan. Namun, karena mendapatkan informasi bahwa Dia tidak bisa pulang sampai biaya perawatannya lunas membuat kondisinya kembali drop”. Jelas Hari.

“Karena memang selayaknya orang-orang seperti Liatim ini yang harus kita perjuangkan. Saya yakin masih banyak Liatim-Liatim lain diluar sana yang mempunyai nasib seperti ini. Sakit, tapi tidak mempunyai biaya untuk berobat. Sehingga itu merupakan tugas Kami untuk membantu mereka”. Lanjutnya.

Akhirnya, setelah lima hari perawatan, Liatim diizinkan pulang oleh dokter. Pada Hari Selasa (2/10/2018) tim Lazismu Kabupaten Malang yang mendapatkan kabar tersebut, datang menjemput Liatim menggunakan ambulan serta melunasi semua biaya perawatan Liatim.

Liatim yang diantar tim Lazismu pulang ke rumahnya di Dusun Lambangkuning, Desa Majang tengah, Kecamatan Dampit tidak bisa menutupi rasa bahagianya. Liatim berterima kasih kepada Lazismu dan para donatur atas bantuan biaya pengobatan yang diberikan kepadanya. “Saya tidak bisa membalas apa-apa, selain hanya mendoakan semoga para donatur dan petugas Lazismu kabupaten Malang mendapatkan balasan yang lebih baik dari Allah”. Kata Liatim penuh rasa syukur. (Kab-Malang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *