Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Sebagai respon atas terjadinya bencana banjir bandang dan longsor di Singonjuruh, Banyuwangi, Lazismu dan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) wilayah Jatim dan Daerah Banyuwangi telah membuka Posko Bantuan. Keberadaan Posko di Banyuwangi ini untuk keperluan bantuan jangka panjang sebagaimana Posko Bencana di Pacitan beberapa bulan lalu.

Saat ini telah didatangkan puluhan relawan MDMC dan AMM (Angkatan Muda Muhammadiyah) dari Jember, Bondowoso dan kota Banyuwangi. Para Relawan ini akan bertugas selama sepekan memberikan bantuan distribusi logistik, dapur umum, permakanan dan layanan kebersihan dan pembenahan lingkungan. Mereka juga terjun ke rumah-rumah penduduk dan masjid/musholla guna membersihkan lumpur dan kotoran akibat banjir bandang dan longsor.

Walau potensi banjir susulan selalu mengancam, para Relawan akan tetap disebar ke berbagai desa dan mendampingi warga terdampak untuk membersihkan rumah, masjid/musholla dan lingkungan sekitar. Tentu jika resiko banjir dan longsor susulan itu terjadi, hal itu akan diantisipasi oleh para relawan, tentu dengan berkoordinasi dengan BPBD dan instansi pemerintah setempat.

Pekerjaan yang mendesak saat ini adalah pengurukan jalan desa dan pembersihan lumpur akibat banjir dan longsor. Bersama dengan tim relawan dari organisasi, lembaga atau instansi lain, tim MDMC-LAZISMU-AMM akan bahu membahu bekerjasama membersihkan lingkungan yang terdampak.

Sementara itu bantuan logistik mulai berdatangan, diantaranya sembako, air, alat kesehatan dan berbagai perlengakapan dan peralatan kebersihan. Ratusan dos air minum pun juga telah siap di Posko.

Lazismu wilayah Jawa Timur juga telah membawa 1.000 kaleng kornet-mu dan rendang-mu yang merupakan produk dari Qurban Berkemajuan Lazismu. Kornet dan rendang tersebut akan dibagikan kepada 500 warga terdampak bencana banjir bandang di berbagai desa di Singonjuruh Banyuwangi.

1 unit Ambulan Lazismu Jatim dan juga dari RS Muhammadiyah telah disiagakan di lokasi guna mengantisipasi jika ada pasien yang harus dirujuk ke Rumah Sakit. Sementara itu dilakukan koordinasi dengan jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah, khususnya yang adaa di kawasan timur Jawa Timur, guna membuka Posko Layanan Kesehatan dan bantuan medis kepada warga terdampak. (Adit).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *