Lazismu Siapkan Pupuk Organik Untuk Mendukung Program Urban Farming

Media sosial

Program pemberdayaan pertanian perkotaan (Urban Farming) harus terus disosialisasikan kepada masyarakat luas. Program ini sangat bermanfaat khususnya bagi warga yang bertempat tinggal di perkotaan namun ingin bertani atau bercocok tanam sayur-sayuran, umbi-umbian, dan buah-buahan di lahan sempit.

Urban farming (pertanian perkotaan) adalah se-rangkaian usaha untuk menghasilkan tanaman bahan pangan dengan bercocok tanam di lahan yang sempit atau terbatas. Di kota-kota besar warga banyak yang tinggal di kawasan perumahan atau perkampungan dengan lahan yang sempit. Di lahan yang sempit tersebut tidak mungkin dapat dijadikan tempat untuk bercocok tanam dengan secara luas dan masal, namun dengan menggunakan pot.

Nah, guna mendukung hal tersebut Lazismu bekerjasama dengan ‘Aisyiyah, organisasi Wanita Islam Muhammadiyah, khususnya di Jawa Timur, yang siap mengembangkan urban farming. Lazismu merasa sesuai menggandeng ‘Aisyiyah, karena urban farming sangat cocok dilaksanakan oleh ibu-ibu di perkotaan dalam rangka mendukung keterse-diaan bahan pangan di rumah tangga masing-masing.

Dalam hal ini Lazismu akan membantu menyediakan pupuk organik, sedangkan ‘Aisyiyah melakukan pendampingan dan pengembangkan urban farming yang telah dilaksanakan oleh jamaah ibu-ibu binaan ‘Aisyiyah, khusus di kota besar. Pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa-sisa tanaman, hewan, dan manusia. Pupuk organik dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.

Program produksi pupuk organik ini sangat bermanfaat bagi warga kota yang bercocok tanam dengan urban farming dan petani di area perkotaan, agar dihasilkan bahan pangan yang lebih berkualitas. Lazismu bersinergi dengan Aulia Farm, kandang peternakan, di Magetan, untuk pengadaan bahan baku utama pupuk organik. Bahan baku utama pupuk organik diperoleh dari kotoran (kompos) ternak, seperti kambing, ayam dan sapi.

Selanjutnya bahan diproses dengan fermentasi ditambah bahan pendukung. Pencampuran bahan dilakukan sebelum fermentasi dengan bahan tambahan berupa dedak halus 0,5%. Setelah jadi, pupuk organik akan dikemas ke dalam kantong plastik ukuran 2 kg dan siap didistribusikan.
Sedangkan komposisi pemanfaatan bahan kompos untuk masing-masing bahan baku dari ayam : sapi : kambing / domba, untuk tanaman Jagung adalah 50:25:25. Tanaman Padi komposisinya 20:40:40. Sayur penghasil buah : 20:30:50 dan sayur penghasil daun : 50:30:20. Dengan komposisi tersebut akan dihasilkan produk tanaman sayur dan buah yang berkualitas.

Lazismu mentargetkan pada bulan Desember 2017 pupuk organik tersebut telah siap untuk diedarkan kepada kelompok ibu-ibu binaan ‘Aisyiyah yang ada di perkotaan. Semoga Sukses. (Adit).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
ada pertanyaan?
Lazismu Jatim
Assalamualikum, adakah yang bisa saya bantu?