Lezatnya Telur Asin Buatan Bambang Dari Tulungagung Masih Terasakan Walau Disimpan Selama Sebulan

Media sosial

Pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dilaksanakan oleh Lazismu di Tulungagung dilakukan dengan memberikan bantuan modal kepada para penerima zakat (mustahiq). Titik beratnya adalah mengubah warga miskin menjadi berdaya. Demikian disampaikan oleh Azzah, salah satu Fundrising Lazismu Tulungagung. Ia menyatakan, ”Kami lebih banyak mentasarufkan dana untuk kegiatan produkif, sehingga mengubah mustahiq menjadi muzaki,”.

Salah satu program pemberdayaan ekonomi Lazismudi Tulungagung adalah dengan pendampingan dan pemberian bantuan vacuum cleaner kepada Bambang Purbo, salah seorang mustahik yang memulai usaha produksi telur asin. Alat vacuum cleaner ini gunanya untuk mengisap udara saat telur asin dibungkus plastik sehingga menjadi hampa udara.

Bambang Purbo, menjelaskan, dalam kemasan hampa udara menjadikan telur asin tahan lama. Selain itu membuat kemasan semakin menarik. ”Dalam kemasan biasa, telur bertahan maksimal 14 hari tapi kemasan vacuum bisa tahan sampai 30 hari,” ujar Bambang.

Jika telur mampu bertahan sebulan maka akan mendorong pemasaran lebih meluas karena telur asin tidak cepat basi. Bambang pun berharap bisa menaikkan omset produksi dua kali lipat. ”Dengan demikian pendapatan produsen telur asin juga meningkat sehingga kami pun dapat menjadi donatur Lazismu,” katan Bambang Purbo penuh harap.

Kualitas telur asin binaan Lazismu Tulungagung mampu bertahan hingga sebulan atau 30 hari dengan t Teknologi sederhana yakni dibungkus dengan kemasan hampa udara. Dengan cara ini telur asin tetap lezat dan nikmat meski tersimpan lama. Bambang pun menjamin bahwa konsumen dapat merasakan lezatnya telur asin walau tersimpan selama sebulan lebih, katanya setengah berpromosi. (Lazismu Tulungagung / sumber & foto pwmu.co).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
ada pertanyaan?
Lazismu Jatim
Assalamualikum, adakah yang bisa saya bantu?