Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Lombok (9/12) — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) sejak NTB diguncang gempa bumi sebanyak 2 kali pada 29 Juli 2018 dan 5 Agustus 2018, MDMC PP Muhammadiyah telah melakukan kegiatan respon tanggap darurat.

Gempa bumi NTB memberikan dampak kerusakan bangunan, korban luka-luka, dan meninggal. Terhitung sejak gempa kali pertama pada 29 Juli, MDMC telah melakukan kegiatan tanggap darurat dan transisi tanggap darurat ke kepemulihan. Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi layanan kesehatan, logistik, water & sanitation hygiene (WASH), hunian sementara (huntara), psikososial, dan pendidikan darurat, serta pembangunan amal usaha Muhammadiyah, berupa sekolah-sekolah yang rusak akibat gempa.

Lokasi pendampingan yang dilakukan oleh MDMC berada di Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Sumbawa.

Setelah melalui tahapan-tahapan dalam upaya memulihkan kondisi Lombok seperti kehidupan sebelum terjadi bencana, MDMC melakukan penutupan Poskoor yang selama lima bulan ini memberikan layanan transisi dari tanggap darurat ke pemulihan pasca bencana.

Agenda penutupan poskoor Muhammadiyah ini melibatkan penampilan seni dan kreasi anak-anak dari wilayah dampingan Muhammadiyah, yaitu Desa Dangiang, Kecamatan Gangga, Kecamatan Tanjung, Desa Sembalun, Desa Pohgading dan wilayah dampingan lainnya.

Selain itu, agenda penutupan juga menampilkan hasil pendampingan ekonomi produktif dari Lombok Utara, sebagai penanda kebangkitan ekonomi di Lombok pasca bencana.

Dalam sambutan Ketua MDMC Pimpinan Wilayan NTB, Muslimin, menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat, kepala desa dan pemerintah daerah yg telah memfasilitasi relawan Muhammadiyah dalam menjalankan misi pendampingan. “Dalam kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan MDMC se-Indonesia, antara lain MDMC Jawa Barat, Sumatra Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan seluruh donatur yg telah memberikan bantuan melalui LazisMu, serta kepada segenap keluarga besar Muhammadiyah se-Indonesia yg tergabung dalam One Muhammadiyah One Responce,” ujar Muslimin dalam sambutannya.

MDMC PP Muhammadiyah yang diwakili oleh yg Chairil Anam dari Divisi Tanggap Darurat Rehabilitasi & Rekonstruksi menyampaikan upaya penanganan gempa Lombok Aumbawa yang dilakukan MDMC & LazisMu akan terus berkesinambungan.

Selanjutnya, program pemulihan Lombok yang diselenggarakan akan bermitra dengan pemerintah daerah, baik Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Pemerintah Provinsi NTB.

“Sikap ta’awun untuk negeri memberikan semangat menuju Lombok Sumbawa bangkit dan berkemajuan. Ucapan terima kasih juga disampaikan MDMC kepada pemerintah Provinsi Jawa Timur, Universitas Muhammadiyah Mataram, serta keluarga besar PWM NTB yang telah bahu membahu bersama relawan Muhammadiyah dalam penanganan darurat bencana gempa Lombok- Sumbawa.

Penutupan Poskoor Muhammadiyah di NTB dihadiri 700 orang peserta dan pejabat undangan. Hadir dalam acara tersebut, Bupati Lombok Utara dan Limbok Timur, Kepala Pelaksana BPBD Lombok Utara dan Lombok Timur, Dinas Kesehatan Provinsi NTB, para Kepala Desa dari wilayah dampingan Muhammadiyah, PWM NTB, dan Relawan MDMC se-provinsi Nusa Tenggara Barat.

Dalam kegiatan penutupan ini sekaligus melantik MDMC Sembalun sebagai ujung tombak penanganan bencan di wilayah Gunung Rinjani. (IY/AT/MDMC)

Arif Jamali MuisMDMC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *