Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Keberadaan Masjid dan Musholla adalah sangat vital bagi ummat Islam, termasuk bagi para warga pengungsi korban bencana alam gempa bumi di Lombok, NTB. Gempa bumi dahsyat berskala 6,4 dan 7 SR akhir bulan Juli dan awal bulan Agustus 2018 lalu telah meluluhlantakkan berbagai bangunan rumah dan fasilitas umum, termasuk Masjid, di belahan utara dan timur Pulau Seribu Masjid itu.

Upaya para Relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang didukung oleh Lazismu dalam mewujudkan tempat ibadah sementara atau daruruat di berbagai titik lokasi Posko khususnya di Lekok, Gangga, Lading-lading, Kayangan, dan lain tempat di Lombok Utara telah dirasakan oleh warga terdampak. Masji Darurat yang didirikan oleh Relawan MDMC di lokasi pengungsian diupayakan dapat menjadi tempat beribadah yang tenang dan nyaman, walau hanya berwujud tenda di bekas reruntuhan Masjid/musholla atau di tanah lapang.

Seperti di lokasi pengungsian di Lekok, Gangga, keberadaan Masjid Darurat yang didirikan oleh Relawan MDMC dari berbagai wilayah dan daerah, tidak hanya digunakan sebagai tempat beribadah sholat fardhu, sholat sunnah dan sholat Jum’at, namun warga juga memanfaatkannya sebagai sarana untuk berembug dan bermusyawarah guna membicarakan permasalahan mereka.

Pengajian pun sudah mulai digelar bagi warga dewasa dan remaja. Sementara pada waktu sore hari, anak-anak menjadikan Masjid Darurat itu sebagai sarana untuk mengaji dengan bimbingan ustadz atau para relawan. TPQ Darurat dapat berjalan dengan baik di Masjid Darurat yang berwujud tenda besar itu.

    

Menurut M. Rofii, Ketua Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB) atau MDMC Jawa Timur, kini yang menjadi persoalan adalah akan memasuki musim penghujan. Oleh karena itu dibutuhkan sarana berupa Masjid permanen guna berlindung dari hujan yang turun. Masjid Darurat berupa tenda dinilai kurang memadai jika hujan tiba, apalagi hujan disertai angin kencang dan puting beliung. Hal itu perlu segera diantisipasi bersama, jelas Rofii.

“PWM Jatim sudah menyetujui MDMC yang didukung Lazismu membangun Masjid Permanen di tanah Hibbah Muhammadiyah, seperti di Lekok, Gangga” kata Rofii. Keberadaan Masjid permanen yang tahan gempa diharapkan dapat membuat ummat Islam beribadah dengan nyaman dan khusuk. “MDMC Jatim sudah menyiapkan gambar dan RAB, serta Lazismu siap mendukung dana. Semoga bisa segera terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama” pungkas Rofii dengan penuh yakin. (Adit).

 

Tags :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *