Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Begitu mendengar berita terjadinya banjir dan tanah longsor di Pacitan, Persyarikatan Muhammadiyah, melalui MLHPB/MDMC (Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana / Muhammadiyah Disaster Management Center) segera bergerak. Dimulai dari penetapan masa tanggap darurat MDMC koordinasi dan konsolidasi menghadapi bencana pun dimulai. Dimulai dengan pengiriman tim relawan pendahulu dari MDMC PWM Jatim, pengiriman kendaraan siaga dan operasional, meminta bantuan ambulan dari RSM kabupaten / kota terdekat, membantu evakuasi warga dan pengumpulan data-data yang dibutuhkan untuk proses selanjutnya.

Menurut M. Rofi’i, Ketua MLHPB PWM Jatim, langkah awal adalah menghidupkan relawan lokal dari kalangan warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Pacitan. Pimpinan Muhammadiyah bertugas di Posko dan ibu-ibu ‘Aisyiyah mendirikan Dapur Umum. Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) juga dikerahkan sebagai relawan, baik bertugas di lapangan maupun membantu di Posko dan Dapur Umum. Di lapangan, mereka disebar ke berbagai titik untuk bertugas membantu membersihkan rumah warga dan fasilitas Amal Usaha Muhammadiyah, seperti Klinik PKU, Masjid, Sekolah dan lain sebagainya. Sebagian lainnya membantu Tim Pemerintah mengevakuasi korban longsor.

Langkah berikutnya, sambung Rofi’i, adalah mengumumkan melalui berbagai media, baik media massa, media online dan media sosial tentang kebutuhan logistik bagi warga korban bencana di Pacitan. Logistik berupa bahan pangan tersebut diperlukan untuk keperluan dapur umum dan memasok kebutuhan bahan pangan bagi kawasan-kawasan yang terpencil dan terputus akses hubungan jalannya. Sementara logistik lainnya seperti pakaian, peralatan kebersihan, alat kesehatan dan perlengkapan sekolah diperlukan untuk menunjang kebutuhan pengungsi.

Posko Muhammadiyah dan Pusat koordinasi MDMC dipusatkan di kantor PDM, Jalan HOS. Cokroaminoto no. 15 Pacitan. Posko Lapangan didirikan di kecamatan Nawangan dan Posko Kesehatan di Klinik PKU Muhammadiyah Pacitan. Sementara Unit Bantuan Bergerak juga dikerahkan melibatkan kendaraan oprasional MDMC dan Ambulan Lazismu dan RSM/A. Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Kesehatan, BPBD dan instansi Pemerintah lainnya, jelas Rofi’i.

Setelah penyebaran informasi melalui berbagai media, mulailah berdatangan sumbangan dan bantuan dari berbagai pihak mengalir ke Posko Muhammadiyah, baik dari warga Muhammadiyah maupun masyarakat umum. Bantuan selalu tampak menumpuk di Posko karena walau setiap saat bantuan tersebut langsung didistribusikan ke berbagai kawasan, tetap saja terus berdatangan dan tak pernah berhenti.

Sementara itu para relawan MDMC dan Lazismu dari berbagai daerah juga berdatangan. Selain mengirim-kan bantuan, mereka juga siap tenaga bantuan untuk membantu bersih-bersih rumah warga dan membuka akses jalan yang terputus akibat tanah longsor. Semua bahu-membahu memberikan bantuan dan pertolongan kepada warga Pacitan yang menjadi korban bencana alam, pungkas Rofi’i, Ketua MDMC PWM Jatim. (Adit).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *