Membangkitkan Semangat Berwirausaha Bagi Kaum Lansia dan Dhuafa di Surabaya

Media sosial

Program pemberdayaan ekonomi menjadi bidang garap yang kembali digalakkan oleh Lazismu Surabaya. Setelah membina Usaha Mikro melalui Unit Keuangan Mikro Bina Mandiri Wirausaha (UKM BMW) dengan pinjaman modal kerja lunak, Lazismu Surabaya kembali mentasharufkan modal kerja usaha beberapa rombong kepada warga lanjut usia (lansia) dhuafa.

Berikut ini adalah cerita di balik pentasharufan modal kerja usaha Lazismu Surabaya :

Perempuan Harus Aktif dan Dinamis

Sudah bukan jamannya perempuan hanya berjibaku dengan urusan rumah. Perempuan zaman sekarang harus aktif dan percaya diri sehingga bisa membuat kehidupan menjadi lebih baik.Ibu Sri Wilujeng (41) mengatakan laki-laki harus turut mendukung perempuan untuk lebih berdaya. Perempuan yang bisa berkarya akan membuat perubahan yang signifikan di lingkungannya.

Ibu Sri Wilujeng (41 th) Yang beralamat di Jl Kalijudan 8K/4 Kel Kalijudan Kec Tambak sari, sangat berharap kepada suaminya Bp Yulfahmi/BP Cecek (43 th) yang sudah 2 th terkena dampak pengurangan karyawan (PHK) bisa bangkit kembali setelah menerima bantuan rombong dhuafa dari LAZISMU Surabaya.

Pasangan Yulfahmi dan bu Sriwilujeng telah dikaruniai 4 orang putri. Putri pertamanya selepas SMA langsung bekekerja pada sebuah swalayan, ketiga adiknya masih sekolah di SD Muhammadiyah 8.

Kegembiraan dan penuh rasa syukur terpancar dari raut Bp Yulfahmi ketika menerima bantuan gerobak rombong dari Lazismu Surabaya. Rombong ini akan digunakan untuk usaha pisang goreng,pisang nugets dan pisang coklat bersama Ibu Sri Wiilujeng. Ucapan terima kasih yang setinggi tingginya untuk Lazismu Surabaya dan seluruh donatur yang selalu berbagi untuk negeri. Semoga hidup ini semakin berkah (CW)

Pagi diterima sore langsung dipergunakan.

Salah satu penerima rombong untuk dhuafa dari LAZISMU Surabaya Ibu Mariyah (53), beralamat di Gundih 1/9 Kel.gundih Kec.Bubutan, Surabaya. Ibu Mariyah dikaruniai 3 orang anak yaitu : M.iqbal hakim (belum bekerja) Novelette (ibu rumah tangga) dan Anastasia (pelajar) kelas X SMK Satyawidya.

Bu Mariyah saat ini menderita cacat mata (buta) tapi semangat untuk membiayai hidup keluarganya sangat tinggi. Selain tinggal bersama putra putrinya Ibu Mariyah juga tinggal bersama ibu kandungnya yang sudah berusia 80 tahun.

Ibu Mariyah tinggal di rumah milik ibunya yang berukuran 4×10 m berdiri diatas tanah PJKA. Biaya hidup yang rutin dikeluarkan tiap bulan untuk listrik sebesar kurang lebih Rp. 100.000, Air sebesar 20.000 dan juga biaya biaya lain. Untuk kebutuhan sehari-hari ditopang oleh putrinya yg sudah menikah dan tinggal bersama suaminya. Ia juga memperoleh intervensi dari pemerintah berupa KIS, KKS, program PKH, dan juga permakanan dari dinsos.

Selain bantuan rombong untuk dhuafa, dari LAZISMU Surabaya masih ada harapan untuk mendapatkan bantuan
perbaikan rumah yang tidak layak huni (tidak memiliki kamar). Juga bantuan biaya pendidikan, SPP, untuk putrinya yang sampai saat ini masih menunggak uang pendaftaran saat masuk sekolah di SMK Satya Widya sebesar Rp. 2.500.000.

Besar harapan dari Ibu Mariyah dengan adanya bantuan rombong dari Lazismu dan bisa langsung dimanfa’atkan ini bisa segera melunasi tunggak’an sekolah putrinya. Semoga harapan Ibu Mariyah ini bisa segera terwujud. Terimakasih kepada donatur LAZISMU seboga berkah.

Berdagang Untuk Dakwah

Bapak Slamet Riyadi (49 thn) Bendahara Pinpinan Ranting Muhammadiyah Tembok Dukuh cabang Bubutan mengatakan semua harus berdaya.Tinggal dirumah kontrakan yang beralamat di Asem Jajar 6/5.

Aktifis persyarikatan Muhammadiyah ini dikaruniai 2 orang Putri yang sudah besar-besar. Putri pertamanya mengajar di SD Muhammadiyah dan putri keduanya tercatat sebagai siswa klas XI SMA Muhammadiyah 10. Ibu Siti (44 thn) yang juga aktif di Aisyiyah

Sebeanrnya penerima rombong dari LAZISMU Surabaya ini adalah istri Bapak Slamet Riyadi. Besar harapan setelah menerima rombong bisa meningkatkan perekonomian keluarga, supaya tetap semangat berdakwah di Persyarikatan Muhammdiyah. Sebagai rasa syukur, juga ungkapan kegembiraanya begitu pagi menerima rombong malamnya langsung dipergunakan untuk jualan tahu campur. Terimakasih kepada seluruh donatur LAZISMU Surabaya. Semoga hidup ini semakin berkah kata Pak Slamet. (CW)

(Warsono/Narko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
ada pertanyaan?
Lazismu Jatim
Assalamualikum, adakah yang bisa saya bantu?