Menjadikan Masyarakat Semakin Produktif Dengan Program Indonesia Terang di Nusa Tenggara Timur

Media sosial

Program Indonesia Terang adalah suatu upaya bagaimana rakyat Indonesia harus dapat memiliki dan menikmati akses terhadap energi. Akses energi yang dibutuhkan adalah energi listrik sebagai salah satu target pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan energi dan mendorong pencapaian pembangunan berkelanjutan melalui Sustainable Developments Goals (SDGs).

Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, disebutkan bahwa Rasio elektrifikasi di awal masa Pemerintahan Kabinet Kerja mencapai 85%, dan ditargetkan mencapai 97% pada 2019.

Setidaknya, masih ada 12.659 desa yang sampai saat ini belum menikmati akses listrik. Bahkan, ada 2.519 di antaranya sama sekali tidak memiliki aliran listrik. Suasana desa-desa ini di malam hari gelap, sebagian besar di kawasan terdepan, terluar dan tertinggal (3T) di kawasan  Indonesia Timur.

Program Indonesia Terang yang dilaksanakan oleh Lazismu dan TNP2K di Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu dapat berjalan dengan baik dan diterima oleh masyarakat disana. Masyarakat penerima merasa terbantu dengan dipasangnya Instalasi LTS (Listrik Tenaga Surya) di rumah mereka. Kini (28/09/2017) tengah dilakukan monitoring guna mengetahui seberapa besar manfaat program yang diterima oleh masyarakat.

Menurut Adi Rosadi, Manager dari Lazismu Pusat yang menjadi koordinator Tim Monitoring, kegiatan monitoring dilakukan berbasis wawancara dengan salah satu penerima manfaat program Indonesia Terang Lazismu – TNP2K. Monitoring dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang kebermanfaatan LTS (Listrik Tenaga Surya) bagi masyarakat miskin di Desa Kusi Utara Kec. Kuanfatu Kab. Timor Tengah Selatan – Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari monitoring tersebut hasilnya ada perubahan aktivitas yang dilakukan oleh rumah tangga terutama pada malam hari. Semisal keberadaan lampu yang terpasang bisa dilakukan sebagai sarana penerangan bagi anak untuk belajar, maupun kegiatan produktif seperti menenun, menjahit, dan lain-lain.

Selain monitoring dilakukan pula Sosialisasi kepada 170 penerima manfaat program Indonesia Terang di Desa Oeekam Kec. Noebeba Kab. Timor Tengah Selatan – NTT bersama TNP2K dan Bapeda TTS serta mitra lokal Yayasan Besipae dan Kopernik. Sebelumnya Tim berkoordinasi lebih dahulu kepada Kepala Bapeda TTS sebelum melakukan kegiatan sosialisasi program Indonesia Terang Lazismu – TNP2K di Desa tersebut sekaligus menanyakan rencana keberlanjutan dari program ini kepada Bapeda Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Tim Monitoring juga berkunjung ke rumah-rumah warga penerima manfaat program Indonesia Terang Lazismu – TNP2K. Tim melihat Instalasi LTS (Listrik Tenaga Surya) yang terpasang di rumah warga. Selain itu juga melakukan pengecekan kembali apakah LTS sdh terpasang dengan benar sekaligus mengajarkan kepada penerima manfaat cara menghidupkan dan mematikan alat tersrbut.

Semoga program Indonesia Terang Lazismu – TNP2K ini dapat terus berkelanjutan dan manfaatnya dapat dirasakan bagi masyarakat yang menjadi sasaran program. Aamiin. (Adit/AdiRosadi).

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
ada pertanyaan?
Lazismu Jatim
Assalamualikum, adakah yang bisa saya bantu?