Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Salah satu program peduli pendidikan yang sedang menjadi unggulan Lazismu Kota Pasuruan adalah RUMAH TAHFIDZ. Program ini adalah suatu upaya menyeimbangkan antara kebutuhan dan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperoleh oleh sekolah umum dengan keunggulan di bidang tahfidz dan penguasaan al-Qur’an. Rumah Tahfidz dimaksudkan murni untuk kepentingan dakwah guna mencetak generasi Qur’ani sebagai wujud nyata Lazismu dalam memberikan pendidikan kepada masyarakat.

Menurut Agus Salim, Kepala Kantor Lazismu Kota Pasuruan, Rumah Tahfidz yang merupakan sinergi Lazismu dengan Aisyiyah ini bertujuan untuk menyediakan sarana dan prasarana pendidikan tahfidz Qur’an yang mensinergikan pengetahuan agama, kemampuan dakwah dan pengamalan akhlaq mulia. Output dari Rumah Tahfidz adalah lahirnya generasi penghapal al-Qur’an yang kelak dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan dakwah Islam.

Sasaran program ini adalah masyarakat Muslim dari berbagai kalangan yang memiliki kepedulian dan semangat tinggi untuk menghapal al-Qur’an, baik dari kalangan anak-anak, remaja, pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum. Dalam praktiknya Rumah Tahfidz juga menampung dan membimbing santri dari keluarga dhuafa dengan pendidikan gratis berbasis tahfidz Qur’an.

Rumah Tahfidz merupakan sinergi multi lembaga. Selain dengan organisasi wanita ‘Aisyiyah, juga dengan berbagai lembaga pendidikan di kota Pasuruan, seperti SD/MI Muhammadiyah, SD al-Kautsar dan SMP Muhammadiyah. Sedangkan untuk asrama Rumah Tahfidz telah disediakan di gedung UD ABA, Ir. H. Juanda / Veteran No. 2 (Putri) dan Masjid Darul Arqom Jl. KH. Wachid Hasyim No. 202 (Putra).
Sedangkan para pengajar dan instruktur adalah para ustadz dan ustadzah yang memiliki kompetensi un-tuk mengajarkan pelajaran agama Islam, memiliki meto-de tahfidz, hapal al-Qur’an 30 juz dan ilmu dirosah Isla-miyah. Dengan kualifikasi ustadz dan ustadzah seperti itu diharapkan target Santri (Mukim dan Non Mukim) meng-hapal al-Qur’an 30 juz selama 3-5 tahun dapat tercapai. Tentu saja itu juga diiringi dengan tekad dan kemauan yang kuat dari para Santri, dukungan dari orang tua / wali serta kita semua, para donatur dan dermawan. (Ad).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *