Ekspedisi Klinik Apung : “Menerjang Ombak Melaksanakan Amanah”

Media sosial

Setelah diperkenalkan kepada media dan publik, Klinik Apung Said Tuhuleley Sabtu pagi ini (18/2) bertolak dari Pelabuhan Cilincing menuju Ambon. Kapal jenis yach berbobot 8 ton itu dinakhodai Ta’o bin Ahmad dengan membawa 10 awak dari Lazismu, MPM dan wartawan sejumlah media massa.

Sebelum merapat di Pelabuhan Ambon, Klinik Apung Said Tuhuleley akan singgah di Tayu, Pati, Jateng, kemudian Mataran, NTB, lalu Selayar, Sulsel dan Buru, Maluku. Diperkirakan, kapal tiba di tujuan akhir pada hari Kamis pagi (23/2). Klinik Apung Said Tuhuleley akan diresmikan pengoperasiannya oleh Presiden Joko Widodo bertepatan dengan pembukaan Tanwir Muhammadiyah di Ambon pada hari Jumat (24/2).

Klinik Apung Said Tuhuleley dibangun dengan bahan dasar fiberglass dengan dimensi panjang 15,5 meter, lebar 3,5 meter dan tinggi 5 meter. Dengan dukungan mesin berkekuatan 3 x 250 Cc, kapal bisa melaju hingga kecepatan 35 knot. Dalam joy ship kemarin, mesin telah menunjukkan kinerja yang baik dengan kecepatan hingga 28 knot.

Lazismu mengucapkan selamat bertugas untuk seluruh kru Klinik Apung Sahid Tuhuleley. Selamat mengemban amanah para donatur dan muzzaki yang mempercayakan penyaluran zakat, infak da sedekahnya melalui Lazismu dalam program layanan kesehatan masyarakat kepulauan di Maluku dan Papua.

 

Setelah Pati Lanjut ke Lombok

Setelah semalam bersandar di pelabuhan Banyu Towo, Pati, Klinik Apung Said Tuhuleley melanjutkan perjalannya. Persinggahan selanjutnya adalah Lombok Timur.

Cuaca hari ini cukup cerah, posisi bulan tepat di atas kepala kami. “Alhamdulillah baik, cerah, angin barat cukup bisa membantu perjalanan, hanya saja nanti agak ekstrem sedikit di selat lombok selat dan selat Bali,” jelas Yursran salah satu awak kapal.

Ia melanjutkan, demi keselamatan agar semua tetap tenang dalam perjalanan. Tidak lupa dirinya juga mengingatkan agar selalu berdoa sebelum memulai perjalanan.

Sementara Syahrul Amsari, salah satu tim ekspedisi berharap perjalanan hari ini dapat dilalui dengan aman. “Semoga aman, kita bisa sampai di Lombok Timur dengan selamat dan bisa melanjutkan perjalanan berikutnya hingga sampai Ambon,” terangnya yang baru pertama kali bepergian dengan kapal laut ini.

Kami lepas dari pelabuhan Banyu Towo Pati pukul 05:45, Bila lancar, pukul 5 sore waktu Lombok kami sudah mulai bersandar. (raipan)

 

Milntas Jembatan Suramdu

Sekitar pukul 9:45 Klinik Apung Said Tuhuleley telah melewati jembatan Suramadu (Surabaya – Madura). Alhamdulillah kondisi laut cukup tenang, cuaca cerah, dan matahari dengan senang hati menerangi perjalanan panjang ini.

Selanjutnya, kami akan menuju Lombok Timur, melalui dua selat yakni Selat Bali dan Selat Lombok. Jarak tempuh dari Suramadu menuju Lombok diperkirakan sekitar 176 mil, seperti disampaikan Syafii Latuconsina salah satu tim Ekpedisi yang mendapat indormasi dari Kapten Kapal, Tao bin Ahmad.

“Untuk mencapai Selat Bali dan Lombok kita harus menempuh jarak sekitar 176 mil, nah dengan kecepatan kapal 28 knot, kita akan sampai di Lombok Timur sekitar pukul 18.00 Waktu Indonesia Tengah (WIT),” papar konsultan ahli bidang pertanian MPM PP Muhammadiyah ini.

Syafii menambahkan, nantinya tim akan beristirahat di Lombok Timur selama satu malam dan akan kembali bergerak melanjutkan perjalanan esok hari, Senin (20/2), untuk menuju persinggahan berikutnya yakni Selayar, Sulawesi Selatan. “Mengingat kondisi semakin siang, diperkirakan ombak akan cukup besar karena perjalanan melewati dua selat. Mungkin gelombangnya agak sedikit terasa nanti,” ungkapnya.

Meski begitu, Syafii tentu juga kami, berharap kondisi perjalanan tetap tenang dan bersahabat. Harapannya untuk jarak tempuh yang sisa ini, kita berdoa dan berharap semoga lautnya tetap tenang seperti yang kita rasakan saat ini. (raipan)

 

Melintasi Selat Bali

SUNGGUH membanggakan. Kapal Apung Said Tuhuleley sore ini melintasi Selat Bali dalam perjalanan dari Cilincing, Jakarta Utara, menuju Ambon, Maluku. Sebelum matahari terbenam, kapal yach berbahan fiber glass seberat 8 ton itu diperkirakan merapat di Pelabuhan Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Setelah beristirahat semalam di Mataram, kru Klinik Apung Said Tuhuleley dari Lazismu akan melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Selayar di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Selanjutnya, kapal akan meneruskan ekspedisi menuju Pelabuhan Raha, Pelabuhan Buru dan Pelabuhan Ambon.

Perjalanan Klinik Apung Said Tuhuleley hari kedua relatif lancar. Ombak laut normal, bahkan cenderung tenang. Berbeda dengan situasi hari pertama Sabtu lalu yang mencapai 3,5 meter di perairan Cirebon. Meski demikian, perjalanan kapal menuju persinggahan pertama di Pelabuhan Tayu, Pati, Jawa Tengah, hanya mengalami keterlambatan beberapa menit dari rencana.

Selamat datang di Nusa Tenggara Barat. Selamat melanjutkan perjalanan menuju Ambon. (by JTO)

 

Memasuki Etape Berbahaya.

 

Langit masih gelap. Sembilan orang tim Lazismu yang mengawal ekspedisi Klinik Apung Said Tuhuleley sudah berkemas-kemas. Selepas subuh, mereka akan bertolak dari Pelabuhan Teluk Nare, Lombok Utara, menuju Pelabuhan Selayar, Sulawesi Selatan.

Inilah perjalanan hari ketiga mereka. Bila tidak ada halangan cuaca, menjelang magrib, kapal yacht berbobot 8 ton dengan mesin tempel berkekuatan 3 x 250 cc itu akan merapat di Pelabuhan Selayar.

Perjalanan hari ketiga ini merupakan etape yang berbahaya. Sebab, jalur Teluk Nare – Selayar dikenal kurang ramah. Anginnya kencang, ombaknya juga besar. Apalagi untuk kapal sekecil Klinik Apung Said Tuhuleley.

Tanggal 20 februari 2017 tim klinik Apung Said Tuhuleley kembali melanjutkan perjalanan menuju selayar dari pelabuhan teluk nara (lombok Utara) pada pukul 05.05 WITA.

”Mohon doa semuanya, agar Klinik Apung Said Tuhuleley berhasil melintasi jalur ini dengan selamat dan tidak menemui kendala yang berarti,” kata Syafi’i Latuconsina yang memimpin perjalanan.

Perjalanan masih panjang. Tiba di Selayar berarti sudah separo jalan. Masih perlu dua hari lagi untuk mencapai Pelabuhan Ambon. Rabu, 23 Februari, Klinik Apung Said Tuhuleley harus tiba di tujuan akhir.

Lazismu akan memperkenalkan klinik Apung Said Tuheleley kepada seluruh peserta Tanwir Muhammadiyah yang akan dibuka Presiden Joko Widodo pada 24 Februari. Selanjutnya, klinik akan melayani kesehatan masyarakat di kepulauan Maluku dan Papua sepanjang usianya. (JTO).

 

Tiba di Selayar.

Tim kapal Said Tuhuleley tiba di kepulauan Selayar Sulawesi Selatan pukul 16.30 wita dan di sambut oleh PDM Kabupaten Kepulauan Selayar

Perjalanan hari ke 3 tepatnya pada tanggal 20 feb 2017 tim klinik kapal apung said tuhuleley berangkat menuju kepulauan selayar yang akan memakan waktu tempuh lebih kurang 12 jam.

Sebelum berangkat ada satu hal yang kami khawatirkan yakni gelombang yang di kabarkan bisa mencapai 6 meter maka sebelum kapal berjalan kami pun berdoa agar semuanya baik2 saja sesuai dengan rencana dengan selalu mengharap Ridho dan Pertolongan dari sang Maha Kuasa.

Tak lama kami berjalan beberapa awak kapal dan tim mulai merasa kelelahan “karena memang kami sedikit sekali istirahat”. Kami pun tertidur hingga terbangun ternyata kami telah memasuki perairan yang dari awal kami khawatirkan gelombang tinggi tersebut.

Namun kami tertegub heran dan syukur yang mendalam berkat doa dari seluruh ummat persyarikatan ternyata laut yang sebelumnya kami khawatirkan telah berubah menjadi tenang seakan itu sebuah danau tanpa gelombang.

Kami berfikir inilah RidhoNya inilah kuasaNya rasa bahagia melihat kondisi ini membuat kami semakin yakin akan perjalanan dakwah ini.

Tak hanya itu kondisi cuaca juga sangat bersahabat, matahari seakan memberikan energi baru buat kami, sungguh Kuasa Allah amat sangat kami rasakan sepanjang perjalanan.

Ada suasana yang kembali membuat kami takjub sepanjang perjalanan kami selalu melihat awan putih yang bertuliskan lafaz Allah hal ini sepintas kami fikir adalah sebuah fenomena alam tapi anehnya tak hanya sekali hampir setiap awan membentuk tulisan Allah. Pak syafii salah seorang crew yang pertama kali melihat fenomena alam ini. Mungkin ini salah satu tanda KuasaNya.

Kemudian perjalanan kami pun di biasa dengan keindahan alamiah seperti burung elang laut yang sibuk mencari makan bahkan sekawanan lumba-lumba juga menjadi bagian dalam menyemangati perjalanan kami seakan lumba-lumba tersebut layaknya chilider yang bersorak memberikan semangat buat kami dalam mengarungi lautan ini.

Tepat pukul 16.45 Wita kami pun sampai di pelabuhan Benteng selayar. Sesampainya disana PDM kab. Selayar telah menunggu kedatangan kapal apung said tuhuleley dengan gembira. Sambutan hangat membuat hati gembira.

 

Menuju Raha

Hari ke empat perjalanan kapal Klinik Apung Said Tuhuleley tanggal 21 februari 2017 dari pelabuhan Benteng Selayar (Sulsel) menuju Raha (Sulteng).

Tiba di Raha disambut oleh Ibu-ibu ‘Aisyiyah.

Tiba di Ambon

Setelah berlayar selama 5 hari dari Jakarta menuju Ambon, Klinik Apung Said Tuhuleley, pada Rabu sore (22/2/2017) akhirnya berlabuh di Pelabuhan Yos Sudarso, Islamic Center Maluku. Perjalanan ini lebih cepat satu hari dari jadwal yang diperkirakan sebelumnya.

Semua crew bersyukur atas kuasa-Nya, bahwa perjalanan kapal bisa melewati masa sulit. Dan kita telah tiba di Ambon dengan selamat dan lancar, kata Syafii Latuconsina.

Perjalanan melelahkan ini memakan waktu sekitar 120 jam perjalanan, dengan jarak tempuh sejauh 1800 mil dan menelan bahan bakar hampir 10.300 liter. Di kesempatan yang sama, Syahrul Amsari, Divisi Pengembangan Program Lazismu, yang ikut dalam misi bahari itu mengatakan, bersama dengan crew kapal ini, mengucapkan syukur telah tiba di Ambon dengan selamat.

tiba-ambon

“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh warga Muhammadiyah dan seluruh donatur atas kepercayaannya dan mendoakan perjalanan kami selama ini,” ucapnya.

Klinik Apung Said Tuhuleley sendiri, pada Jum’at nanti akan diresmikan oleh Presiden RI, Joko Widodo bertepatan dengan pembukaan Tanwir Muhammadiyah di Islamic Center Ambon, Maluku. Kapal ini seperti diberitakan sebelumnya akan memfasilitasi masyarakat di kepulauan Maluku dalam layanan kesehatan khususnya di kawasan 3 T yaitu terdepan, terluar dan tertinggal. (rep).

 

Lebih Cepat Sehari Dari Jadwal.

Akhirnya setelah melalui perjalanan panjang yang cukup melelahkan, Klinik Apung Said Tuhuleley berhasil berlabuh di Ambon, Maluku, tepatnya di pelabuhan Yos Sudarso, Islamic Center Maluku.

“Alhamdulillah perjalanan kita ini ternyata lebih cepat satu hari dari jadwal, kita syukuri itu semua ini terjadi karena rahmat Allah itu yang pasti. Sehingga dalam perjalanan kita itu tidak ada gelombang yang cukup berarti dan kita sampai disini dengan selamat, lancar dan yang pasti ternyata lebih cepat dari yang ditentukan” ungkap Syafii Latuconsina yang memimpin perjalanan.

Kapal yang akan difungsikan sebagai pelayan kesehatan di Ambon dan Papua ini telah menempuh waktu Lima hari, atau kurang lebih 120 jam perjalanan, dengan jarak 1800 mil dan menghabiskan hampir 10.300 liter bahan bakar.

Sementara itu Syahrul Amsari, Staff Lazismu yang ikut dalam ekspedisi ini mengatakan bersyukur kapal akhirnya dapat tiba di Ambon dengan selamat. “Terima kasih kepada seluruh warga Muhammadiyah yang telah mendoakan perjalanan kami sehingga tidak ada halangan dalam perjalanan selama lima hari mengarungi lautan” ungkapnya.

Klinik Apung Said Tuhuleley ini sendiri pada Jumat (24/2), akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada pembukaan Tanwir Muhammadiyah yang dilaksanakan di Islamic Center Ambon Maluku. (raipan)

SELAMAT BERTUGAS DI KEPULAUAN MALUKUDAN SEKITARNYA SEMOGA BERMANFAAT BAGI SESAMA..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
ada pertanyaan?
Lazismu Jatim
Assalamualikum, adakah yang bisa saya bantu?