Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

 Guru-guru yang mengajar di sekolah-sekolah Muhammadiyah adalah merupakan tugas pengabdian dan perjuangan dengan semangat profesional dan memegang teguh profesi sebagai insan pendidik. Oleh karena itu belasan ribu korps Guru Muhammadiyah di Jawa Timur senantiasa bekerja dengan penuh dedikasi, tekad dan komitmen sebagai kader Muhammadiyah, ummat dan bangsa. Di pundak mereka nasib peserta didik diletakkan, dengan harapan semoga menjadi generasi yang beriman, bertaqwa dan beramal sholeh.

Guru-guru Muhammadiyah di wilayah jawa Timur bekerja dengan penuh pengabdian dan perjuangan namun dengan profesionalisme yang tinggi. Sebagian besar dari mereka tidak memikirkan pencapaian penghasilan duniawi. Namun sebagian dari mereka ada juga yang mendapatkan jerih payah sesuai dengan profesionalismenya, baik dari sekolah – biasanya di sekolah Muhammadiyah maju dan favorit –, maupun dari negara (melalui sertifikasi). Namun guru-guru pejuang masih tetap mendominasi sekolah-sekolah swasta Persyarikatan yang sedang berkembang, baik di perkotaan, pedesaan hingga pelosok pedalaman terpencil di provinsi Jawa Timur.

Melihat hal itu Lazismu merasa turut memikirkan dan mengapresiasi keberadaan para guru yang bekerja dengan penuh dedikasi dan perjuangan namun belum mendapatkan jerih payah yang memadai sesuai dengan tingkat kebutuhan hidup yang semakin tinggi. Untuk itu pada hari Senin, 19 Juni 2017 sore, Lazismu menggandeng Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Wilayah (PWM) Jawa Timur guna memberikan sedikit perhatian dan apresiasi kepada 1.100 orang guru di 10 Daerah di Jawa Timur. Kesepuluh Daerah itu adalah Kabupaten Ponorogo, Trenggalek, Pacitan, Situbondo, Bondowoso, Bangkalan, Sampang, pamekasan, Sumenep dan Kota Madiun.

Bentuk apresiasinya adalah dengan memberikan Kado Ramadhan bagi 1.100 orang guru pejuang Muhammadiyah menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H. Menurut Ketua Lazismu Jatim, ust. drh. Zainul Muslimin, karena terbentur waktu, Kado Ramadhan kali ini dirupakan dalam bentuk uang, yaitu sebesar Rp. 150.000,- per orang. Penyerahan dilakukan di kantor Lazismu Jatim, Jl. Kertomenanggal IV/1 Surabaya, kepada 10 perwakilan Majelis Dikdasmen dan Lazismu Daerah Kabupaten dan Kota dimaksud diatas. “Tidak banyak nominalnya, namun semoga Kado Ramadhan ini bermanfaat bagi 1.100 guru yang telah berjuang dengan penuh pengabdian di Muhammadiyah. InsyaAllah tahun depan bisa ditingkatkan lagi jumlahnya,” harap ust. Zainul.

Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur, ibu Arba’iyah Yusuf, MA, mengatakan bahwa sinergi dengan Lazismu Jatim ini merupakan langkah awal dan sebagai titik tonggak bagi jajaran Majelis Dikdasmen untuk lebih memikirkan tingkat kesejahteraan hidup para guru Muhammadiyah, terutama di Jawa Timur. Sebagian besar dari belasan ribu guru Muhammadiyah tidak tersertifikasi program Pemerintah dan belum mendapatkan penghasilan yang memadai sebagai seorang guru profesional. “Sebagian besar bergaji perjuangan dan lebih mementingkan pengabdian daripada kepentingan pribadi. Itulah hebatnya guru Muhammadiyah. Namun demikian ada banyak faktor yang perlu dipikirkan, dicermati dan ditindaklanjuti bersama oleh Persyarikatan dalam hal kesejahteraan para guru” katanya.

Langkah berikutnya menurut bu Ar, sapaan akrab ibu Arba’iyah, adalah bagaimana memberdayakan para guru tersebut agar mendapatkan penghasilan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang semakin tinggi. Untuk ini Majelis Dikdasmen akan menggandeng Lazismu di tingkat Daerah guna merealisasikan program pemberdayaannya. Semoga, kedepan para guru Muhammadiyah lebih meningkat kesejahteraannya, pungkas bu Ar. (Adit).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *