Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Hari ini, rabu, 11 Oktober 2017, Lazismu bersama Ibu Menteri Sosial RI, Kofifah Indar Parawangsa, menyerahkan bantuan kepada Subehi dan ibunya, Purwanti, di Pusat Pengembangan Pelayanan Sosial Anak, Rambu Apus Cipayung, Jakarta Timur. Nama Purwanti dan anaknya Subehi sempat mencuat ke berbagai media lantaran kehidupan mereka yang mengenaskan dan serba kekurangan namun masih memiliki semangat, ketegaran dan jiwa pantang menyerah.

Awal mencuatnya nama ibu Purwati adalah pada saat anaknya yang diasuh orang dan bersekolah di Yayasan Hamba Yogyakarta bernama Monica lulus seleksi untuk berangkat ke Canada setelah mengirimkan artikel tentang mengakhiri kekerasan anak.

Saat mau mengurus Visa ia diminta tanda-tangan orang tuanya (Ibu Purwati). Karena ibu Purwati tidak punya tempat tinggal sedangkan kalau tidur harus berpindah-pindah di bawah kolong jembatan, emperan rumah orang, dan lain-lain. Sedang aktifitasnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dilakukan dengan berjualan kopi keliling.

Karena kondisi yang demikian itu maka ibu Purwanti sangat sulit ditemukan keberadaannya. Setelah ditemukan ternyata ibu Purwati hidup bersama anaknya yang bernama Subehi, yang juga masih bersekolah. Walau dengan keterbatasan, ibu Purwati tidak mau meminta-minta untuk kebutuhan hidup dan sekolah anaknya.

Ibu Purwanti termasuk tipe Ibu yang menyayangi anak-anaknya. Setengah penghasilan berdagangnya di sisihkan untuk kirim uang atau pulsa ke anaknya dan setahun sekali mengunjugi ke Jogja. Ibu Purwanti cukup memiliki pandangan yang luas dalam memberikan pengasuhan anak. Walaupun mereka dalam kondisi sangat tidak mampu namun memiliki keinginan agar anak-anaknya berhasil, dengan mengikhlaskan anak-anaknya berada dalam pengasuhan orang lain, terutama David dan Monica yang diasuh di Yayasan Hamba Yogyakarta termasuk anak yang pintar dan berprestasi.

Melihat kondisi mereka seperti itu Kemensos RI bersama Lembaga Sosial lainnya tergerak hati atas kondisi ibu Purwanti dan anaknya. Karena semangat dan visi ibu Purwati untuk pendidikan anak-anaknya, maka Kemensos memberi kepedulian dengan harapan bisa menjadi contoh atau motivasi bagi masyarakat luas. Mereka punya prinsip dalam kehidupan sekalipun hidup dalam kondisi keterbatasan.

Oleh karena itu Lazismu kemudian memberikan bantuan beasiswa dan school kit kepada Subehi sebagai penyemangat agar bisa seperti kakaknya yang bisa berangkat ke Canada.

Subehi tergolong anak yang kreatif dan sangat sayang sekali kepada Ibunya. Ia termasuk membantu sang Ibu ikut berdagang keliling, dan menolak ketika ditawari tidur di Panti Asuhan karena tidak tega meninggalkan Ibunya sendirian tidur berpindah-pindah tempat.

Selain dari Lazismu yang memberikan bantuan dana pendidikan dan peralatan sekolah (School Kit), Menteri Sosial RI juga memberi Subehi seragam sekolah, tas sekolah, perlengkapan alat tulis, sepatu, baju sehari-hari, dan perlengkapan menggambar. Sementara ibunya (Purwanti) mendapat Mukena, Sajadah, Al-Quran, Sandal, dan Baju (sehari-hari). Sedangkan dari suku Dinas Sosial di DKI menjanjikan mereka tinggal di Rusunawa. (Adit/Syahrul).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *