Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Sangat jarang orang bercita-cita sebagai Marbot Masjid apalagi di kawasan terpencil dan pelosok. Namun tidak demikian dengan Siswanto (51 tahun), yang selama 38 tahun telah mengabdi sebagai Marbot Masjid al-Muhajirin di dusun Transad, desa Harjakuncaran, kecamatan Sumber Manjing, Kabupaten Malang.

Hari beserta rekan dari Lazismu kabupaten Malang (Kamis malam, 20/09/2018) berkesempatan silaturrahim ke kediaman Siswato di kawasan pelosok Malang Selatan. Dari kota Malang menempuh perjalanan selama 2 jam lebih ke arah selatan. Setelah bertanya ke beberapa orang sampailah Hari di kediaman Siswanto.

Siswanto bangga dirinya sebagai Marbot Masjid walau tanpa gaji apalagi beragam tunjangan. Hidupnya dikhidmatkan untuk merawat dan memelihara kebersihan dan keindahan Masjid di desanya. Ia juga bertugas sebagai sekretaris Masjid, mendamping Takmir bertugas memakmurkan Masjid al-Muhajirin. Guna menghidupi keluarga ia pun rela bekerja sampingan apa saja di desa itu.

Sebagaimana diceritakan oleh hari, Lazismu Kabupaten Malang, Siswanto sangat sadar akan tugas beratnya sebagai Marbot Masjid. Sebuah ‘profesi’ yang sangat jarang diidamkan oleh anak muda. Namun dengan tekad menjaga rumah Allah dan keikhlasan yang begitu tinggi menjadikan Siswanto tidak patah arang dan kendur semangat.

Mengapresiasi Siswanto, Lazismu Kabupaten Malang sekedar memberikan santunan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian kepada sosok yang berjuang dalam agama Allah. InsyaAllah di lain kesempatan Lazismu akan terus memberikan perhatian kepada para pejuang di jalan Allah. Semoga Siswanto semakin ikhlas dalam menjalankan peran dan tugasnya sebagai Marbot dan amalnya diterima oleh Allah SWT. Aamiin. (Adit).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *