Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai jasa para Pahlawannya, demikian kata sebuah ungkapan. Bangsa Indonesia menghargai para Pahlawan pejuang bangsa dengan menjadikan 10 November sebagai Hari Pahlawan yang diperingati oleh segenap anak bangsa ini.

Berkaitan dengan itu pada hari Ahad, 11 Nopember 2018 pagi, bertempat di Aula Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jl. Wuni no. 9 Surabaya, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kota Surabaya akan melaksanakan pentasarufan dana zakat infaq dan shodaqoh. Kegiatan pentasharufan kali ini bertepatan dengan peringatan Milad ke 109 H / 106 M Persyarikatan Muhammadiyah dan juga memperingati Hari Pahlawan tahun 2018.

Pada kesempatan ini Lazismu mengundang 154 orang veteran Republik Indonesia dan para janda veteran yang sebagian besar dalam kategori lanjut usia dan dhuafa. Melalui Program Pemberdayaan Lansia Dhuafa Lazismu Surabaya memberikan santunan dan mengikutkan beberapa veteran dalam program pemberdayaan ekonomi yaitu pemberian 4 unit rombong untuk berdagang makanan dan minuman.

Selain itu Lazismu juga memberikan Tali Asih kepada 15 Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yaitu para Guru yang rela berjuang dalam bidang pendidikan dengan penghasilan rendah. Bantuan 8 unit sepeda pancal juga diberikan kepada anak rentan putus sekolah melalui program Ayo Sekolah, Rek!. Untuk menyemangati anak-anak mengkaji al-Qur’an Lazismu juga menyerahkan bantuan Al Qur’an dan kopyah kepada Rumah Pintar Matahari (RPM) Krembangan Surabaya.

Sunarko, Ketua Lazismu Kota Surabaya merasa bangga dan berucap terimakasih atas perkenan dan kehadiran dari para veteran dan janda veteran memenuhi undangan Lazismu dalam rangka Milad ke 109 H / 106 M Muhammadiyah sekaligus Memperingati Hari Pahlawan 10 November.

Sunarko berharap semoga santunan yang diberikan walau hanya sedikit namun yang terpenting adalah nilai Silaturrahim dengan para veteran yang telah berjuang untuk negeri ini. “Setidaknya warga Muhammadiyah sebagai bagian negara ini tidak akan melupakan Jasa para pahlawannya. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa para pahlawannya” kata Sunarko.

“Semoga Silaturrahim ini tidak berakhir sampai disini dan akan terus berlanjut di masa-masa yang akan datang. Kami akan belajar belajar banyak kepada para veteran yang dengan aksi nyata berjuang mempertahankan kemerdekaan. Sehingga generasi masa kini bersama-sama elemen masyarakat lainnya dapat menjadikannya sebagai  motivasi mengisi kemerdekaan dan mewujudkan Indonesia yang adil dan sejahtera sesuai amanah dan cita-cita UUD 1945” pungkas Sunarko.

Pada acara itu disampaikan KAJIAN AGAMA oleh Ustadz drh. H. Zainul Muslimin (Ketua Lazismu Jawa Timur). Dalam kajiannya ust. Zainul menyampaikan bahwa Muhammadiyah sesuai namanya adalah organisasi Islam yang selalu melakukan amal-amak terpuji. Sejak berdiri 109 tahun yang lalu, Muhammadiyah berkomitmen untuk melakukan aksi nyata, diantaranya memberantas kemiskinan dengan mendirikan Majelis Penolong Kesengsaraan Umum.

Muhammadiyah juga mendirikan lembaga pendidikan, karena dengan pendidikan, ummat Islam dapat memberantas kebodohan. Muhammadiyah melaksanakan program amal kemanusiaan tidak hanya untuk warga Muhammadiyah atau ummat Islam saja, melainkan untuk seluruh bangsa dan lapisan masyarakat. Apalagi kemiskinan di negeri kita masih relatif besar.

Pada hari Pahlawan ini, tambah ustadz Zainul, para Amil Lazismu di Surabaya ternyata melaksanakan acara yang sangat terpuji yaitu dengan mengundang para veteran pejuang RI. Selain menjadi ajang untuk bersilaturahim dan menyambung benang merah generasi dengan para pejuang dan Pahlawan ini, Lazismu Surabaya juga menyampaikan tali asih. (Adit/Nrk).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *