Ada Pertanyaan ?

Hubungi 031-8437191

Buk Mistina (87) dan Buk Suliha (75) masih harus terus berjuang melawan kemiskinan. Dua janda yang hidup sebatang kara ini tinggal di Kelurahan Kanigaran Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Di usia yang tidak lagi muda keduanya terus bekerja untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya setiap hari.

Jenis pekerjaan yang mereka lakukan adalah mencari sisa hasil panen di sawah berupa padi, jagung, sayuran, bawang dan sebagainya. Hampir 2-5 Kilometer setiap harinya harus dilalui. Baginya selama masih bisa bekerja dan diberikan sehat oleh Allah SWT ia akan terus menunaikan kewajibannya mencari nafkah untuk bertahan hidup.

Berbeda halnya dengan yang dialami oleh Mbah Aryo (86) yang hidup sendiri ditengah keterbatasan ekonomi. Ia tetap menjalankan aktivitas berjualan jamu di sekitar rumahnya. Meskipun penghasilannya tidak cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, yang terpenting baginya tidak menggantungkan pada masyarakat sekitar yang kondisinya juga tidak berbeda jauh dengannya.

Kedatangan Lazismu disambut dengan senyum keikhlasan oleh ketiganya. Mereka bertiga banyak mengurai cerita perjalanan hidupnya. Mereka tidak merasa lelah melawan kemiskinan dan keterbatasan. Bagi mereka hidup harus dijalani dengan ikhlas.

“Saya akan tetap bekerja selama masih kuat. Dari pada harus bergantung pada tetangga sekitar. Aapa aja yang dipanen petani itu yang saya ambil. Tapi saya ijin dulu” kata Mistina dengan logat maduranya yang cukup kental.

Meskipun kemiskinan masih menghimpit kehidupannya, keduanya tidak lupa dalam menunaikan ibadah setiap harinya. Ia tetap terus menyempatkan waktu untuk bisa menunaikan sholat Lima waktu di Musholla yang tidak jauh dari rumahnya.

Lazismu pun segera bergerak untuk memberikan pendampingan setiap bulannya. “Lazismu kota Probolinggo saat ini memiliki 200 Dhuafa Binaan yang membutuhkan pendampingan setiap bulannya. Namun demikian Lazismu tetap memprioritaskan untuk memberikan zakat produktif kepada 200 dhuafa itu. Sehingga lambat laun bisa mengentaskan mereka dari keterbatasan” kata Robiatul Amil Lazismu yang bertugas memberikan bantuan sembako kepada Dhuafa Binaan. (Beny / lazismuprobolinggo.org)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *